Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 2 September 2026, 18:47 WIB

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung
AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait adanya gangguan distribusi batu bara imbas surutnya sungai di Kalimantan.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menegaskan, kendala distribusi tersebut bukan disebabkan oleh pembatasan produksi batu bara, melainkan kondisi sungai yang mengering sehingga menghambat pergerakan kapal pengangkut batu bara.
Yuliot mengatakan, dirinya sempat melihat langsung kondisi penurunan debit air sungai di Kalimantan yang menyebabkan kapal tongkang tidak dapat beroperasi secara normal.
“Enggak (pembatasan). Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Timur. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan,” kata Yuliot saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Pertamax Tak Ikut Naik, Wamen ESDM: Sesuai Harga Pasar
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyebut surutnya aliran sungai menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut membuat kapal pengangkut BBM kesulitan melintas melalui jalur sungai.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, kondisi sungai yang surut menghambat pengiriman BBM melalui jalur air.
“Di sisi sungai tadi di Kalimantan, ini banyak terjadi. Untuk proses distribusi BBM ini dilakukan melalui angkutan-angkutan sungai, dan pada saat ini sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM tersebut,” kata Laode dalam Rapat bersama Komisi XII DPR beberapa waktu lalu.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah meningkatkan distribusi BBM menggunakan moda transportasi darat dengan menambah jumlah truk pengangkut. Namun, kapasitas angkutan melalui jalur darat masih lebih kecil dibandingkan transportasi sungai.
Pemerintah pun menambah volume pengiriman melalui truk untuk mengantisipasi antrean dan menjaga pasokan BBM di tengah kendala cuaca.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Alasan Indonesia Terapkan Biodiesel B50
“Memang tidak bisa volumenya sebesar angkutan sungai, tapi ditambah volumenya agar bisa menutupi tantangan-tantangan antrian yang terjadi dikarenakan oleh cuaca,” ujarnya.