ILUSTRASI. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu (KONTAN/Selvi Mayasari)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyebut, implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) memberikan dampak positif terhadap pengelolaan likuiditas perseroan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, BTN memperoleh insentif KLM secara optimal karena kepemilikan surat berharga perseroan relatif terbatas dibandingkan bank lain.
"BTN itu heavy di kredit sebetulnya. LDR kita akan cukup tinggi karena kita memang bank yang mengabdi untuk menyalurkan kredit perumahan kepada bangsa ini," ujar Nixon saat konferensi pers Pubex BTN, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Perusahaan Gadai Berskala Nasional Makin Ramai, Industri Diharapkan Makin Kompetitif
Menurut Nixon, struktur tersebut membuat pengelolaan likuiditas BTN lebih berfokus pada mendukung penyaluran kredit, khususnya pembiayaan perumahan.
Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti menambahkan, implementasi mekanisme Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) terbaru sejak 1 September 2026 turut memberikan insentif yang optimal bagi BTN.
KLM terbaru tersebut berkaitan dengan kepemilikan surat berharga. Venda mengatakan, BTN menjaga kepemilikan surat berharga sesuai ketentuan regulasi, sementara likuiditas perseroan lebih diarahkan untuk penyaluran kredit.
Baca Juga: OJK: Optimisme Perbankan Tetap Tinggi, Kredit Diproyeksi Terus Tumbuh
"Karena memang lebih diutamakan untuk penyaluran kredit. Jadi kita memang sangat efisien untuk mengelola likuiditasnya termasuk untuk pembelian surat berharga," kata Venda.
Dia menambahkan, pengelolaan penyaluran kredit dan LDR akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi BTN serta kebutuhan nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- BTN
- Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM)
- Kebijakan Insentif Likuditas Makroprudensial (KLM)