Laga final berlangsung sengit sejak menit awal hingga waktu normal dan babak tambahan. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Persebaya lebih dulu membuka keunggulan melalui Ramadhan Sananta pada menit ke-19. Persib kemudian mampu menyamakan kedudukan empat menit berselang sehingga pertandingan kembali berjalan seimbang.
Sepanjang laga, Persebaya tampil menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Green Force tercatat melepaskan 13 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang lawan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai anak asuhnya tampil baik meski harus bermain dalam kondisi kebugaran yang belum sepenuhnya pulih.
https://www.akurat.co/bola/880093/piala-presiden-bungkam-persib-lewat-drama-adu-penalti-persebaya-surabaya-juara
Menurutnya, padatnya jadwal pertandingan membuat kedua tim tidak bisa tampil dengan intensitas maksimal.
"Menurut saya kami memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Memang intensitas pertandingan tidak setinggi laga-laga sebelumnya, tetapi itu hal yang wajar karena kedua tim memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat," ujar Bernardo Tavares dalam konferensi pers selepas laga.
Pelatih asal Portugal itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain atas kerja keras yang ditunjukkan sepanjang pertandingan. Ia menilai Persebaya tetap mampu mempertahankan kualitas permainan meski sempat kehilangan keunggulan.
"Saya sangat bangga dengan sikap dan kerja keras para pemain. Kami mampu unggul lebih dulu, meski kemudian kebobolan akibat satu kesalahan. Setelah itu kami masih memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol lagi," katanya.
Persebaya akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti setelah kedua tim gagal menambah gol hingga babak tambahan berakhir.
Tavares menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan seluruh pemain yang tidak menyerah hingga peluit akhir.
"Walaupun pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, para pemain terus berjuang hingga akhir dan berhasil membawa pulang trofi untuk Persebaya," jelasnya.
Keberhasilan tersebut menjadi gelar pertama Persebaya di ajang Piala Presiden. Tavares menilai trofi itu menjadi modal positif bagi tim sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026-2027.
"Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga," tandasnya.
Tavares juga menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan selama turnamen berlangsung. Ia berharap dukungan serupa kembali diberikan saat Persebaya menjalani laga pramusim berikutnya.
"Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini," ucap Bernardo Tavares.
"Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion."
Setelah menjuarai Piala Presiden 2026, Persebaya masih memiliki satu agenda pramusim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Green Force dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus mendatang sebagai bagian dari persiapan menuju Super League 2026-2027.