Karo (ANTARA) - Kantor Cabang BRI Kabanjahe dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus pengelola utama peluncuran program Kas Keliling dan Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Bersama (KALCER) yang digagas Bank Indonesia, Kamis (30/7), bertepatan dengan pelaksanaan Festival Bunga dan Buah Tanah Karo 2026.

Program kolaboratif ini menjadi langkah nyata Bank Indonesia bersama industri perbankan untuk memperluas akses layanan kas kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Peluncuran KALCER dihadiri Deputi Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Hendra Wangsa Dikrama, staf BI Ibrahim Hasim Hasibuan, Pemimpin Cabang BRI Kabanjahe A. Donny Cahyono selaku pengelola Sentra Kas Mitra (SKM) Utama, serta para pimpinan cabang bank mitra yang terdiri atas BNI, Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Central Asia (BCA).

Pemimpin Cabang BRI Kabanjahe A. Donny Cahyono mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada BRI Kabanjahe sebagai pengelola SKM Utama merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan kas yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

"Melalui program KALCER, kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Karo, baik yang berada di pusat keramaian maupun di wilayah yang lebih jauh, tetap dapat memperoleh layanan penukaran uang pecahan kecil maupun uang layak edar. Selain itu, kami juga mengedukasi masyarakat agar semakin mencintai, menghargai, dan memahami ciri-ciri keaslian Rupiah," ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan KALCER tidak hanya berlangsung pada hari peluncuran. Hingga Sabtu (1/8), tim gabungan dari Bank Indonesia dan sejumlah bank peserta akan memberikan layanan kas keliling di dua titik utama, yakni Taman Mejuah-juah Berastagi dan Kecamatan Payung.

Untuk memeriahkan Festival Bunga dan Buah Tanah Karo 2026, armada kas keliling dari masing-masing bank juga dihias dengan nuansa festival dan ikut ambil bagian dalam pawai. Kehadiran armada tersebut diharapkan tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga memperkenalkan berbagai layanan penukaran uang serta edukasi mengenai Rupiah.

Donny menambahkan, sinergi antara Bank Indonesia dan perbankan melalui program KALCER diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kas sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas uang Rupiah.

"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di berbagai wilayah Kabupaten Karo. Masyarakat kami ajak memanfaatkan layanan ini untuk menukarkan uang yang sudah tidak layak edar maupun memperoleh pecahan uang sesuai kebutuhan," katanya. (*)

Pewarta : Ade Friadi

Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.