Padang (ANTARA) - Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas terus memperkuat perannya sebagai sentra inovasi peternakan nasional.
Tidak hanya berfungsi sebagai unit pembibitan ternak, institusi ini juga berkembang menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di sektor peternakan.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga penelitian lainnya, BPTU-HPT Padang Mengatas menjadi ruang strategis bagi lahirnya berbagai inovasi yang mendukung kemajuan peternakan Indonesia,” kata Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, S.Pt., M.P., di Padang, Jumat.
Ia menyebut lembaga yang dipimpinnya kini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran dan inovasi yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan praktik peternakan secara langsung.
"BPTU-HPT Padang Mengatas merupakan laboratorium hidup pengembangan ternak eksotik maupun ternak lokal. Di sini ilmu pengetahuan tidak hanya dipelajari, tetapi diterapkan dan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian," lanjutnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan teknologi peternakan yang aplikatif sekaligus menjawab tantangan pembangunan sektor peternakan di masa depan.
Ia menjelaskan mahasiswa yang mengikuti program magang memperoleh pengalaman langsung mengenai seluruh rantai manajemen peternakan, mulai dari sistem pemeliharaan ternak, pembibitan, manajemen reproduksi, penyediaan pakan berkualitas, hingga pengendalian kesehatan ternak.
Pengalaman lapangan tersebut dinilai sangat penting karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
“Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan teknis yang siap diterapkan di dunia kerja maupun dalam pengembangan usaha peternakan,” jelasnya.
Selain menjadi pusat pembelajaran, BPTU-HPT Padang Mengatas juga aktif mendukung berbagai penelitian yang dilakukan akademisi, maupun peneliti dari BRIN dan berbagai institusi pendidikan tinggi.
Beragam penelitian tersebut, menghasilkan inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor peternakan.
Mulai dari penelitian mengenai perbaikan mutu genetik ternak, pengembangan teknologi reproduksi, formulasi pakan yang lebih efisien, hingga sistem manajemen peternakan berbasis data terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan daya saing peternakan nasional.
Farouk menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari kolaborasi tersebut, memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada tataran penelitian semata, melainkan diarahkan agar dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat maupun pelaku usaha peternakan.
"Melalui sinergi ini, inovasi yang dihasilkan bukan hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan solusi konkret bagi pengembangan peternakan Indonesia. Inilah yang menjadi kekuatan utama BPTU-HPT Padang Mengatas sebagai pusat inovasi," katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem peternakan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Pemerintah menyediakan fasilitas dan dukungan kebijakan, perguruan tinggi menghadirkan penguatan akademik, sedangkan lembaga riset mempercepat lahirnya inovasi berbasis sains.
Sinergi tersebut, lanjutnya, menjadikan BPTU-HPT Padang Mengatas sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan yang mampu menghasilkan bibit ternak unggul, teknologi tepat guna, sekaligus sumber daya manusia yang kompeten dan profesional.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan peternakan tidak hanya diukur dari peningkatan populasi ternak, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.
Karena itu, BPTU-HPT Padang Mengatas terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pembangunan peternakan nasional.
"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami ingin terus menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan kemandirian pangan nasional. Kami percaya bahwa masa depan peternakan Indonesia harus dibangun di atas fondasi riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang unggul sehingga mampu mewujudkan sistem peternakan yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi," jelasnya.