Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan II tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 3,41 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Papua Barat Merry, di Manokwari, Rabu, mengatakan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mengalami peningkatan dari triwulan II-2025 menjadi Rp13,54 triliun, dan PDRB atas harga berlaku Rp21,11 triliun.
“PDRB atas dasar harga konstan dan atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan dibanding triwulan II 2025. Kondisi ini mencerminkan adanya penguatan kinerja perekonomian,” kata Merry.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar lapangan usaha di Papua Barat mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II, terkecuali lapangan usaha jasa pendidikan yang terkontraksi 0,43 persen (yoy).
Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh tiga lapangan usaha, yaitu akomodasi dan makan minum 10,22 persen (yoy), disusul transportasi dan pergudangan 6,80 persen (yoy), serta pengadaan listrik dan gas 6,54 persen (yoy).
“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan andil 1,71 persen (yoy) terhadap PDRB triwulan II,” ujar Merry.
Dari sisi pengeluaran, kata dia, konsumsi pemerintah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu 2,05 persen (yoy) dibanding komponen ekspor barang dan jasa, konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto, dan lainnya.
“Konsumsi rumah tangga juga menjadi komponen pengeluaran dengan kinerja pertumbuhan tahunan tertinggi yang mencapai 19,57 persen,” kata Merry.
Selain itu, kata dia, perekonomian Papua Barat secara triwulanan tumbuh 0,12 persen (q-to-q) dibanding kinerja triwulan I tahun 2026 dan secara spasial memberikan kontribusi sebesar 11,79 persen terhadap perekonomian di wilayah Maluku dan Papua.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.