Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan perbaikan tata kelola penambangan bijih timah di Kepulauan Babel mendorong peningkatan nilai ekspor timah Juni 2026 naik menjadi 167,61 juta dolar Amerika Serikat dibandingkan bulan sebelumnya 129,48 juta dolar AS.

"Tata Kelola penambangan timah sudah semakin baik, sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produk timah ini," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan nilai ekspor komoditas timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2026 167,61 juta dolar AS atau meningkat 22,06 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y) sebesar 137,32 juta dolar AS.

Sementara itu, untuk ekspor komoditas nontimah bulan Juni 2026 tercatat sebesar 20,91 juta dolar AS atau terkontraksi 28,68 persen dibandingkan dengan Juni 2025 yang sebesar 29,32 juta dolar AS.

"Ekspor timah ke berbagai negara tujuan tidak ada masalah dan berjalan lancar, meski kondisi geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu," katanya.

Ia menyatakan Timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dimana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya. Pada Januari hingga Juni 2026, sebanyak 45,34 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar 391,41 juta dolar AS dan pada Juni 2026 sebanyak 89,83 juta dolar AS.

Selanjutnya ekspor timah Provinsi Kepulauan Babel ke Korea Selatan sebesar 13,33 persen, India sebesar 10,06 persen dan di urutan berikutnya adalah Singapura serta Jepang.

"Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 79,83 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia, adapun total nilai ekspor kelima negara tujuan tersebut pada Januari hingga Juni 2026 sebesar 689,11 juta dolar AS," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.