Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyatakan laju inflasi daerah masih terkendali hingga Juli 2026, meski pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pengendalian harga agar inflasi tetap berada dalam sasaran nasional sampai akhir tahun.
"Kalau kita lihat secara year to date dari Januari hingga Juli 2026 inflasi kita sebesar 2,01 persen. Artinya masih cukup terkendali, tetapi perlu strategi untuk lima bulan berikutnya agar tidak melewati target inflasi," kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu Reny Puspasari di Bengkulu, Senin.
Reny mengatakan pada Juli 2026 Provinsi Bengkulu mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,23 persen, sedangkan secara tahunan (year on year) tercatat inflasi 3,78 persen.
Menurut dia inflasi bulanan terutama ditopang kelompok transportasi yang memberikan andil sebesar 0,13 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi 1,84 persen dengan andil 0,03 persen.
Kemudian di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,19 persen dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Juli 2026 menurut dia adalah bensin dengan andil 0,10 persen, disusul daging ayam ras 0,06 persen, biaya sekolah dasar 0,03 persen, mainan anak 0,03 persen, serta ikan tongkol 0,03 persen.
Dia mengatakan kenaikan kebutuhan pendidikan dipengaruhi dimulainya tahun ajaran baru, terutama bagi anak-anak sekolah dasar yakni TK, SD dan SMP. Kenaikan kebutuhan masih dalam situasi wajar mengingat memang dalam periode tahun ajaran baru.
Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi pada Juli 2026 antara lain cabai merah dengan andil deflasi 0,11 persen, bawang merah 0,08 persen, telur ayam ras 0,03 persen, kopi bubuk 0,02 persen, serta emas perhiasan 0,02 persen.
Menurut Reny meskipun inflasi tahunan sedikit berada di atas rentang sasaran nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen, kondisi inflasi Bengkulu masih dapat dikendalikan apabila pengendalian harga terus diperkuat selama lima bulan terakhir 2026.
Dia mengingatkan pemerintah daerah bersama para pihak perlu mengantisipasi periode-periode yang biasanya memicu lonjakan harga agar inflasi tetap berada dalam kisaran target hingga akhir tahun.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.