Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, termasuk kekayaan mikroorganisme yang berasal dari pangan fermentasi tradisional maupun ekosistem khas Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan melalui dukungan riset, regulasi, dan kolaborasi, pengembangan probiotik berbasis mikroorganisme lokal mampu memperkuat inovasi pangan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat dan berdaya saing global.
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, termasuk kekayaan mikroorganisme yang berasal dari pangan fermentasi tradisional maupun ekosistem khas Indonesia. Potensi ini merupakan aset strategis yang dapat dikembangkan menjadi sumber inovasi probiotik di masa depan," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu pihaknya membangun kerangka regulasi melalui Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan serta Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Suplemen Kesehatan Mengandung Probiotik.
Regulasi tersebut menjadi landasan agar inovasi probiotik berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dengan tetap menjamin perlindungan konsumen.
Baca juga: BPOM dorong pengembangan produk probiotik dalam negeri
Saat ini BPOM telah menetapkan 16 jenis mikroorganisme yang dapat digunakan dalam pangan olahan. Namun setiap klaim probiotik harus dibuktikan melalui evaluasi ilmiah yang ketat berdasarkan keamanan, identitas strain, serta manfaat kesehatannya.
Pihaknya juga mendorong peneliti dan pelaku industri untuk terus menghasilkan bukti ilmiah berkualitas, mulai dari identifikasi mikroorganisme, pengujian keamanan, pembuktian manfaat klinis, hingga penyusunan klaim kesehatan yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, lanjutnya, inovasi probiotik yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Pemberian probiotik perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak
Hingga saat ini produk susu fermentasi berperisa PT Yakult Indonesia Persada dengan Lacticaseibacillus paracasei strain Shirota atau Lactobacillus casei strain Shirota, menjadi salah satu produk yang telah memperoleh persetujuan klaim probiotik dari BPOM.
Dalam kesempatan yang sama Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada Toshiyuki Iwamoto mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui peran yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan saluran pencernaan.
Pihaknya siap memperkuat kerja sama dengan BPOM untuk berkontribusi bagi kesehatan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia. “(Salah satunya) dengan memastikan probiotik menjadi bagian yang lebih dekat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Toshiyuki.
Baca juga: Pentingnya susu dengan probiotik tanpa sukrosa untuk kesehatan anak
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.