Banjarmasin (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan meningkatkan awareness pelayanan publik bagi kelompok rentan, khususnya kaum disabilitas untuk mewujudkan pelayanan yang prima.
Kepala BPOM di Banjarbaru, Kalsel, Ary Yustantiningsih di Kota Banjarbaru, Rabu, menyatakan, upaya ini dengan diselenggarakannya bimbingan teknis awareness pelayanan publik bagi kelompok rentan dengan menyertakan instansi lintas sektor, khususnya di lingkungan BPOM di Banjarbaru sendiri.
"Pelayanan publik ini adalah wujud nyata pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti disabilitas yang harus dapat perlakuan khusus," ujarnya.
BPOM di Banjarbaru sendiri, ungkap dia, memiliki standar pelayanan khusus bagi kelompok disabilitas, baik secara fasilitas dan sarana prasarana maupun interaksi serta loket dan tempat tunggu prioritas.
"Seperti sarana bagi jaur kursi roda, jalur untuk tuna netra hingga penempatan petugas pelayanan bagi tuna rungu dan tuna wicara," ujarnya.
Menurut Ary, kompetensi dan kualitas SDM pelayanan juga terus dikuatkan untuk menumbuhkan rasa empati tinggi, responsif terhadap semua masyarakat, tanpa terkecuali.
Dia mengungkapkan, ada 12 jenis pelayanan di BPOM, diantaranya pemberian informasi, edukasi dan keamanan terhadap makanan, kemudian izin edar yang diterbitkan BPOM, serta sertifikasi-sertifikasi dari BPOM juga bagian pelayanan.
"Parameternya tidak hanya mudah diakses, cepat saja, tapi fasilitasi, aman dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat ke sini," paparnya.
Menurut Ary, pada kegiatan bimbingan teknis ini, pihaknya menggandeng guru dari sekolah luar biasa dan teman tuli yang mengajarkan tentang bahasa isyarat.
"Hari ini kita dapat pengetahuan baru dari teman tuli terkait berbagai bahasa isyarat utamanya yang lumrah pada sektor pelayanan publik," paparnya.
Pewarta: Sukarli
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.