Pontianak (ANTARA) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat mendorong percepatan pembangunan dan penyempurnaan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Kalimantan Barat agar segera dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
"Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan langkah strategis dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat," kata Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Rudy M. Harahap saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 3 Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang, Selasa.
Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong dan mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mempercepat proses pembangunan serta penyempurnaan fasilitas sekolah rakyat ini.
Rudi mengatakan percepatan pembangunan perlu diiringi dengan pengawalan tata kelola dan akuntabilitas agar seluruh proses berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengatakan pengawalan terhadap pembangunan SRT menjadi penting untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah, terutama karena lembaga pendidikan tersebut mengusung konsep pendidikan berasrama dan terintegrasi.
Menurut dia, pembangunan fasilitas yang tepat waktu dan sesuai standar akan mendukung penyelenggaraan pendidikan serta memberikan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa.
SRT merupakan program pendidikan berasrama yang memadukan jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, mulai SD, SMP, hingga SMA atau SMK dalam satu kawasan terpadu.
Program tersebut dirancang untuk memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Konsep pendidikan terintegrasi memungkinkan pembinaan karakter, akademik, dan keterampilan hidup dilakukan secara berkelanjutan sejak pendidikan dasar hingga jenjang menengah.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Kalbar bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas SRT 3, termasuk ruang kelas, asrama siswa, dan ruang pertemuan.
"Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta fasilitas penunjang yang akan digunakan siswa selama mengikuti proses pendidikan dan tinggal di lingkungan sekolah berasrama," kata dia.
Selain itu, Koordinator Pengawasan Bidang Instansi Pemerintah Pusat (IPP) BPKP Kalbar Rudy Laurentius S. bersama Kepala Sekolah SRT 3 Amirudin turut melakukan evaluasi terhadap progres pembangunan gedung dan ketersediaan sarana prasarana.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan serta memastikan tahapan pembangunan selanjutnya berjalan sesuai prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Pembukaan MPLS SRT 3 Provinsi Kalimantan Barat tersebut secara resmi dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Heronimus Hero yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.