Batulicin (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, merespon cepat dan berhasil menangani kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Desa Satiung, Kecamatan Kusan Tengah.
"Luas lahan yang terbakar mencapai lima hectare, dan personil yang turun kelapangan untuk memadamkan api sebanyak 20 orang atau personil gabungan," kata Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, H. Sulhadi di Batulicin, Senin.
Ia mengatakan, sulitnya akses menuju lokasi, tebalnya asap dan panasnya api membuat para personel tidak hanya dituntut sigap, tetapi juga harus mempertaruhkan keselamatan dalam menjalankan tugas.
Dengan perlengkapan keselamatan dan peralatan pemadaman yang tersedia, tim saling membantu agar penanganan karthutla di wilayah itu cepat tertangani dan tidak berdampak luas hingga ke pemukiman warga.
Sulhadi menerangkan, dari luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektare, BPBD menerjunkan enam personel yang dibantu 12 personel Manggala Agni, satu personel TNI, dan satu personel Brimob. Total sebanyak 20 personel terlibat dalam upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran lahan.
Baca juga: Presiden pastikan pemanfaatan penerjun freefall atasi karhutla
Pada kasus itu, tidak terdapat korban jiwa, korban luka-luka maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. BPBD terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini pihaknya tidak main-main, bila ada yang terbukti melakukan pembakaran hutan atau lahan akan di proses secara hukum.
"Kasus karhutla dampaknya sangat luas, baik dari kesehatan maupun terganggunya aktifitas masyarakat sehari-hari," tegas Sulhadi.
BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. TIM juga melakukan patroli dron sekala dekat untuk memperkuat deteksi dini titik api, memantau area sulit dijangkau secara akurat, serta membantu petugas darat merespons kebakaran kecil dengan cepat sebelum api membesar dan meluas.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.