Pangandaran (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyampaikan kondisi ombak di Pantai Pangandaran saat ini mulai relatif sedang, berbeda dengan beberapa hari sebelumnya cukup besar dan membahayakan manusia yang beraktivitas di laut.

"Yang sekarang relatif ke sedang ombaknya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi saat dihubungi melalui telepon seluler di Pangandaran, Sabtu.

Sejak beberapa hari lalu, katanya, kondisi gelombang perairan Pangandaran cukup berbahaya bagi masyarakat beraktivitas di sekitar pantai maupun nelayan untuk melaut.

Bahkan, gelombang laut di Pangandaran itu, kata dia, sampai ke jalan, dan juga sampai ada perahu nelayan yang terbalik akibat diterjang ombak di Pantai Barat Pangandaran.

"Hari ini masih tinggi, tapi tidak setinggi sebelumnya sampai ke jalan," katanya.

Ia mengimbau masyarakat terutama nelayan maupun wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya gelombang tinggi yang menerjang wilayah Pantai Pangandaran.

"Pada semua masyarakat harus tetap waspada karena masih musim pancaroba," katanya.

Selain tim dari BPBD Pangandaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pangandaran juga siap siaga untuk memantau dan mengimbau masyarakat agar mewaspadai bahaya gelombang tinggi laut Pangandaran.

Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan beberapa hari sebelumnya terpantau gelombang laut memang tinggi, namun saat ini sudah kembali normal.

"Sekarang sudah normal," katanya.

Sebelumnya, gelombang laut di Pantai Pangandaran cukup besar yang sempat menghantam perahu nelayan sampai terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Senin (10/8), menyebabkan seorang nelayan hilang, yang kemudian ditemukan meninggal dunia.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.