Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat memanfaatkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta maupun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang dilanda kekeringan akibat kemarau.

"Ada CSR di PDAM khusus untuk kebencanaan untuk membantu warga, jadi kita pakai itu dulu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa. 

Ia menuturkan, Pemkab Garut sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dengan menginstruksikan seluruh jajaran untuk siap siaga menanggulangi daerah yang terdampak kemarau. 

Kondisi saat ini, kata dia, musim kemarau sudah menyebabkan beberapa daerah terdampak kekeringan dengan adanya masyarakat yang melaporkan sudah kesulitan air bersih.  

Namun kondisinya, lanjut dia, masih bisa diatasi dengan memasok langsung kebutuhan air bersih oleh PDAM Garut melalui program CSR untuk beberapa daerah.

"Laporan ada, cuma belum masif, masih satu dua, dan bisa ditangani oleh dari PDAM," katanya.  

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan dari BMKG bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lama dengan puncaknya pada Agustus 2026.

BPBD Garut, kata dia, sebelumnya sudah melakukan pemetaan untuk menentukan daerah mana saja yang berisiko tinggi terdampak kekeringan akibat musim kemarau. 

Ia menyebutkan seluruh daerah di 42 kecamatan berada pada kelas risiko sedang karena seluruh wilayah memiliki potensi terdampak kekeringan akibat musim kemarau.  

Namun dari seluruh kecamatan itu, kata dia, yang mendapatkan perhatian khusus terdapat 10 kecamatan yakni Kecamatan Mekarmukti, Sukaresmi, Pasirwangi, Samarang, Pameungpeuk, Pamulihan, Cibalong, Bungbulang, Bayongbong, dan Cigedug.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.