Kuningan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat bersama tim gabungan memfokuskan penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kecamatan Jalaksana untuk mencegah api meluas ke lahan dan kebun warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan fokus penanganan diarahkan ke titik-titik rawan untuk membatasi pergerakan api, terutama karena angin kencang yang sempat memperbesar kobaran.

"Kami fokus daerah-daerah yang memang rawan, terutama menjaga agar api tidak melebar sampai ke lahan ataupun kebun warga," kata Indra di Kuningan, Jumat.

Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru luasan lahan yang terbakar diperkirakan sekitar empat hektare dari total area yang sebelumnya mencapai sekitar lima hektare.

Menurut dia, penanganan kebakaran terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk kekuatan angin, ketersediaan personel, peralatan, dan sumber daya pendukung lainnya.

BPBD Kuningan juga memperoleh dukungan drone thermal dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon untuk membantu mendeteksi titik panas yang tidak terlihat secara kasat mata.

"Drone thermal ini sangat berguna untuk memetakan area-area yang secara kasat mata tidak bisa kita lihat, tetapi melalui drone thermal ini bisa terlihat," ujarnya.

Indra mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat teknis terkait, mengingat pengelolaan TPSA berada dalam kewenangan instansi tersebut.

Selain pemadaman, tim mengerahkan kendaraan dan alat berat untuk membuat sekat sekaligus membuka akses menuju area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam dan kendaraan pemasok air.

Peralatan tersebut, kata dia, dikerahkan untuk membuka jalur agar kendaraan pemadam dapat menjangkau titik api yang lebih jauh.

"Jangkauannya juga akan lebih jauh karena ada beberapa titik yang sampai sekarang belum terjangkau," kata Indra.

Ia menjelaskan medan TPSA Ciniru cukup terjal dan memiliki sejumlah tebing, sementara keterbatasan panjang selang menjadi salah satu kendala dalam menjangkau titik-titik tertentu.

Tim juga membuka bagian lahan yang berpotensi menyimpan api di bawah permukaan, karena suhu tinggi masih ditemukan meskipun kobaran tidak terlihat dari atas.

"Kalau bisa terbuka, kemudian disemprot, mudah-mudahan bisa memperkecil potensi pelebaran ataupun membesarnya kebakaran di lahan TPSA Ciniru Jalaksana ini," ujar Indra.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.