Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan patroli dan pengawasan bersama Damkar Cianjur, guna menekan kasus kebakaran lahan selama musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Rabu, mengatakan kebakaran lahan tersebut sempat melanda 10 kecamatan di wilayah setempat.

"Sepuluh kecamatan dimaksud yakni Sukaluyu, Cibeber, Cibinong, Sindangbarang, Cilaku, Karangtengah, Cipanas, Warungkondang, dan Gekbrong, di mana sebagian besar yang terbakar adalah lahan terbuka dengan rumput yang mengering," katanya.

Dia mengatakan, penanganan tuntas dilakukan bersama Damkar dan petugas gabungan, sehingga tidak berdampak ke perkampungan warga.

Dia menjelaskan, dua hari yang lalu dua peristiwa kebakaran terjadi nyaris bersamaan di dua kecamatan, yaitu Cibinong dan Cibeber. Api membakar sekitar 5 hektar lahan, sehingga 15 petugas gabungan yang didukung empat mobil pemadam langsung diturunkan ke lokasi.

Penanganan berlangsung selama beberapa jam hingga api dinyatakan benar-benar padam. Petugas gabungan kemudian melakukan pendinginan guna memastikan api tidak menyala kembali. Sementara itu, dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah kebakaran lahan agar tidak kembali meluas. Salah satunya adalah dengan meminta warga ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melapor jika melihat titik api, mengingat sebagian besar lahan kini mengering akibat kemarau.

"Selain melakukan patroli bersama Damkar Cianjur, kami menyiagakan enam mobil pemadam guna memastikan penanganan cepat jika terjadi kebakaran lahan. Kami juga meminta masyarakat turut membantu dalam pengawasan dan pelaporan," katanya.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Cianjur agar tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, mengingat sebagian rumput di pinggir jalan kini mulai mengering dan sangat rawan terbakar.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.