Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap keuntungan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dapat mencapai Rp597 juta per tahun untuk setiap desa, lewat penyaluran subsidi.
Angka tersebut merupakan proyeksi yang didapatkan dari pengaluran barang subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi dengan kehadiran Koperasi Merah Putih itu hanya dengan membagi barang-barang subsidi, itu setiap desa akan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp597 juta per tahun per desa. Itu hanya dengan mendistribusikan barang subsidi," ujar Joao usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur pada Kamis (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joao pun membeberkan proyeksi tersebut melampaui ekspektasi awal pihaknya dengan penyaluran barang subsidi sebesar 100 persen. Adapun Agrinas sempat menghitung secara konservatif dengan skenario penyaluran 30-50 persen.
"Kami tadinya agak pesimis, kami sempat bikin hitungan seandainya kita disetujui 30 persen atau mungkin 50 persen atau 100 persen. Ternyata Pak Presiden menyetujui 100 persen barang subsidi disuplai ke setiap desa," terangnya
Selain sebagai penyalur barang subsidi, Kopdes Merah Putih juga akan dikembangkan menjadi pusat distribusi, termasuk distribusi finansial.
"Jadi, pusat distribusi selain daripada distribusi barang-barang subsidi, juga menjadi pusat distribusi finansial yang mendapatkan subsidi maupun tidak subsidi dari pemerintah yang bisa diakses langsung oleh masyarakat desa sehingga itu menjadi sangat penting," kata Joao.
Lebih lanjut, Joao menyampaikan setiap Kopdes Merah Putih mendapatkan alokasi anggaran Rp3 miliar yang dipakai untuk pembangunan fisik, gerai, serta sarana dan prasarana.
"Untuk setiap desa itu dialokasikan Rp3 miliar setiap desa itu dibagi menjadi untuk pembangunan fisik, gerai dan untuk menyediakan sarana prasarana," beber Joao.
Ia menerangkan pihaknya telah melakukan pengadaan sebanyak 26 barang untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih, mulai dari mobil pikap, truk, motor tiga roda, sistem Point of Sales (POS), digitalisasi sistem, CCTV, hingga pendingin ruangan (AC).
"Termasuk seperti, mobil pikap, truk, motor 3 roda, ada sistem rak, kemudian sistem POS-nya, digitalisasinya, CCTV, AC dan segala kebutuhan atau kurang lebih 26 poin barang-barang yang kita supply sebagai sarana-prasarana untuk mendukung operasionalisasi setiap gerai tersebut," tambah Joao.
Terkait sumber dana, Joao menyebut alokasi anggaran tersebut berasal dari hasil realokasi dana desa yang dikelola secara lebih efektif dan efisien. Kementerian Keuangan akan mencicil kepada Himbara yang sebagai penyalur kredit.
"Jadi dana yang harusnya Rp240 juta untuk 80 ribu desa, itu harusnya digelontorkan harus diambil dari APBN tahun ini, beliau (Presiden Prabowo) melakukan suatu inovasi yang luar biasa, terobosan sehingga Danantara yang menyediakan anggaran tersebut. Kemudian kementerian keuangan yang akan melakukan pencicilan sehingga kegiatan ekonomi atau kegiatan perputaran uang di bank-bank tersebut menjadi suatu pemberian manfaat yang sangat besar," sebut Joao.
Skema tersebut dapat memberi kepastian bagi perbankan karena kredit tersebut mendapatkan jaminan negara melalui Dana Desa sehingga risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dapat ditekan.
"Kepada bank-bank dan juga ada kepastian bahwa tidak terjadi NPL karena ini kredit, apalagi yang lebih baik kalau kredit dijamin sama negara, itu yang dilakukan terobosan yang luar biasa oleh Pak Presiden," jelas Joao.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google