Jakarta (ANTARA) - Mengisi daya ponsel sebelum tidur dan membiarkannya tercolok sepanjang malam sudah menjadi kebiasaan populer bagi banyak orang. Langkah ini dianggap praktis agar baterai langsung terisi penuh saat bangun di pagi hari. Namun, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan: Apakah kebiasaan mengisi daya baterai ponsel semalaman ini berbahaya?
Jawabannya: tidak selalu berbahaya untuk meledak, tetapi dapat merusak kesehatan baterai dan memicu risiko keselamatan jika dilakukan dengan cara yang salah.
Baca juga: Ponsel terlalu panas? Ini 9 cara mendinginkan dan mencegahnya
Mitos overcharging pada ponsel modern
Secara teknis, smartphone modern sudah dilengkapi dengan baterai Lithium-ion atau Lithium-polymer serta chip manajemen daya pintar. Ketika indikator daya menyentuh angka 100 persen, sistem akan secara otomatis menghentikan aliran listrik utama.
Jadi, anggapan bahwa baterai ponsel akan "meledak" murni hanya karena daya terisi berlebihan (overcharge) adalah hal yang kurang tepat untuk perangkat zaman sekarang.
Risiko nyata yang harus diwaspadai
Meskipun sistem ponsel sudah canggih, membiarkan kabel pengisi daya terhubung selama berjam-jam tetap menyimpan beberapa bahaya tersembunyi:
1. Penurunan umur baterai (degradasi)
Ketika baterai berada di posisi 100 persen dan tetap terhubung ke listrik, ponsel akan melakukan trickle charge (pengisian arus kecil secara berkala untuk menjaga daya tetap penuh). Kondisi ini menempatkan sel baterai pada tegangan tinggi dalam waktu lama, yang mempercepat degradasi atau penurunan kapasitas baterai dari waktu ke waktu.
Baca juga: OPPO A6 Pro bisa dipakai mengisi daya perangkat lain seperti powerbank
2. Penumpukan panas (overheating)
Panas adalah musuh utama baterai Lithium-ion. Proses pengisian daya selalu menghasilkan suhu hangat. Jika ponsel diletakkan di tempat yang menahan panas seperti di atas kasur, di bawah bantal, atau tertutup selimut panas tidak bisa terbuang dengan baik dan risiko korsleting hingga potensi kebakaran akan meningkat tajam.
3. Risiko charger tidak standar
Menggunakan kabel atau adaptor non-orisinal (abal-abal) saat ditinggal tidur sangat berbahaya. Charger tanpa standar keselamatan yang jelas rentan mengalami overheating, arus pendek, hingga memicu percikan api.
Tips aman mengisi daya ponsel dengan baik
- Gunakan fitur pengisian pintar: Aktifkan fitur Optimized Battery Charging (iOS) atau Protect Battery / Adaptive Charging (Android) untuk membatasi pengisian hingga 80 persen saat malam hari.
- Isi daya di tempat keras dan sejuk: Letakkan ponsel di atas permukaan yang tidak menyerap panas, seperti meja kayu atau lantai. Jauhkan dari kasur dan bantal.
- Lepas casing tebal: Melepas casing saat mengecas membantu Pelepasan panas secara lebih maksimal.
- Gunakan charger resmi: Pastikan selalu menggunakan adaptor dan kabel adaptor orisinal bawaan pabrik.
Baca juga: Amankan mengisi daya HP semalaman? Fakta dan mitos ini Anda perlu tahu
Baca juga: Benarkah charge baterai ponsel tidak boleh sampai 100 persen?
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.