REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengembangkan Blok M sebagai kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Dua tower yang akan diisi hunian, hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang aktivitas publik dijadwalkan mulai dibangun pekan depan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pengembangan TOD Blok M akan dilakukan PT MRT Jakarta bersama pengembang. Menurut Pramono, kesepakatan pembangunan telah tercapai dan groundbreaking dijadwalkan berlangsung pekan depan.

"Untuk Blok M sebenarnya sudah ada kesepakatan antara MRT dengan developer yang ada, dan dalam minggu depan ini saya akan hadir untuk launching sekaligus groundbreaking di tempat itu," kata Pramono, Jumat (2/10/2026).

Pramono menjelaskan, proyek tersebut akan mencakup pembangunan dua tower baru. Namun, Pramono belum mengungkapkan spesifikasi maupun ketinggian bangunan yang akan dibangun.

"Akan ada dua tower baru di tempat itu yang tingginya nanti pas launching atau groundbreaking akan saya sampaikan," ujar Pramono.

Menurut Pramono, pengembang yang terlibat memiliki pengalaman mengerjakan sejumlah proyek di Jakarta. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga hotel, mal, dan ruang untuk aktivitas publik.

"Sehingga dengan demikian, selain ada apartemen, ada hotel, ada apa, mal, ada tempat untuk aktivitas publik, dan sebagainya. Sehingga dengan demikian salah satu hal kenapa kemudian di Blok M dilakukan itu, karena Blok M memang sudah siap untuk itu," kata Pramono.

Pengembangan Blok M menjadi TOD juga akan menjadi acuan bagi pembangunan kawasan serupa di wilayah lain Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan pengembangan TOD di Harmoni, Pasar Baru, Glodok Pecinan, Kota Tua, Kelapa Gading, dan Manggarai.

Pramono mengatakan, pengembangan kawasan akan difokuskan pada lokasi yang memiliki keterhubungan dengan jaringan transportasi publik. Lahan di sekitar jalur LRT, termasuk Kelapa Gading dan Manggarai, juga dinilai memiliki ruang yang cukup untuk dikembangkan.

"Jadi pengembangan Jakarta memang beberapa tempat yang berkaitan dengan transportasi, termasuk LRT nanti di Kelapa Gading yang kita punya space yang cukup luas, baik di Kelapa Gading maupun Manggarai, pasti akan kita kembangkan untuk menjadi TOD baru," ujar Pramono.

Konsep TOD mengintegrasikan hunian, kegiatan komersial, ruang publik, dan transportasi massal dalam satu kawasan. Pengembangan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan sekaligus meningkatkan pemanfaatan angkutan umum di Jakarta.