Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menegaskan implementasi resolusi Majelis Antarparlemen se-ASEAN (AIPA) harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan.
Saat menutup Kaukus Ke-17 AIPA di Jakarta, Rabu, Syahrul mengatakan kaukus tersebut menjadi jembatan antara komitmen politik yang disepakati dalam Sidang Umum AIPA dengan implementasinya di masing-masing negara anggota.
Berdasarkan laporan Sekretariat AIPA, sebanyak 52 persen resolusi telah diimplementasikan secara penuh, 22 persen terlaksana secara parsial, sedangkan sekitar 18 persen belum diimplementasikan.
Menurut Syahrul, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar setiap resolusi yang disepakati benar-benar berdampak bagi lebih dari 700 juta masyarakat ASEAN.
Ia mengatakan implementasi resolusi harus diwujudkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sehingga tidak berhenti sebagai dokumen politik semata.
Syahrul menambahkan ASEAN saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fragmentasi perdagangan, hingga volatilitas pasar keuangan sehingga diperlukan penguatan sentralitas dan ketahanan kawasan.
Menurut dia, parlemen memiliki peran strategis melalui fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, dan diplomasi untuk memastikan komitmen regional diterjemahkan menjadi kebijakan nasional yang berpihak kepada masyarakat.
Kaukus Ke-17 AIPA yang diselenggarakan Indonesia mengusung tema "Peran Parlemen dalam Memperkuat Sentralitas ASEAN dalam Menavigasi Tantangan Global yang Kompleks", dan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat implementasi resolusi di negara-negara anggota.
Baca juga: Indonesia ajak ASEAN perkuat kerja sama kemaritiman
Baca juga: Di Kaukus AIPA, Puan ajak parlemen kawasan perkuat ASEAN Way
Baca juga: ASEAN tegaskan komitmen dorong perdamaian berkelanjutan di Myanmar
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.