Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau

Jakarta (ANTARA) - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kerja sama dengan Jepang di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan investasi.

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Mazaat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan kerja sama tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.

โ€œKerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau,โ€ kata Syahrul.

Syahrul menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan antara DPR, Direktur Politik Kedutaan Besar Jepang Tanaka Motoyasu, Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi, dan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Baca juga: Pemprov Riau-Jepang jajaki kerja sama bidang energi terbarukan

Menurut dia, salah satu bentuk kerja sama yang perlu dikembangkan ialah menyiapkan generasi muda Riau agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja Jepang.

Untuk itu, ia mendorong penguatan pembelajaran bahasa Jepang bagi siswa SMA dan SMK sejak bangku sekolah.

Pembekalan bahasa Jepang sejak dini, kata Syahrul, dapat membantu lulusan asal Riau lebih siap mengikuti program magang maupun memasuki dunia kerja di Jepang.

Selain bidang pendidikan, dia mengusulkan penjajakan kerja sama antara Pemprov Riau dan pihak Jepang untuk program magang serta penempatan tenaga kerja asal Riau.

Menurut Syahrul, peluang kerja sama juga dapat memanfaatkan skema bisnis-ke-bisnis (B2B) dengan melibatkan perusahaan atau lembaga swasta yang memiliki kompetensi apabila mekanisme antarpemerintah (G2G) belum dapat dilakukan secara langsung.

Baca juga: 21 pemuda Riau jalani seleksi kesehatan untuk kerja di Jepang

Di bidang investasi, Syahrul menawarkan peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan hilirisasi kelapa. Menurut dia, Riau memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra kelapa di Indonesia.

Kerja sama tersebut, kata dia, dapat diarahkan pada pemanfaatan teknologi Jepang untuk mengolah kelapa, termasuk sabut dan tempurung, menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Syahrul berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut konkret dalam penguatan pembelajaran bahasa Jepang, penyiapan tenaga kerja Riau untuk pasar Jepang, serta pembukaan peluang investasi perusahaan Jepang di Riau.

Baca juga: PTPN IV Regional III Riau dan Aiken Jepang gesa pembangunan PTBg

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Abdul Hakim
Copyright ยฉ ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.