Bill Gates menyampaikan gagasan pajak robot di tengah semakin cepatnya penggunaan kecerdasan buatan alias AI dan otomatisasi yang berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia.

Pendiri Microsoft itu menilai sistem perpajakan perlu beradaptasi dengan perubahan di pasar tenaga kerja. Bill Gates menyampaikan pandangan tersebut dalam tulisannya di Gates Notes berjudul The turbulent AI era is here. The choices we make now are critical.

Gagasan mengenai pajak robot dibahas dalam bagian Menyeimbangkan Kembali Pajak atas Tenaga Kerja dan Modal.  Menurut Gates, seseorang yang terdorong berpindah pekerjaan akibat perkembangan AI akan membutuhkan pelatihan ulang serta dukungan dari jaring pengaman sosial.

Namun, pada saat yang sama, jam kerja dan penghasilan mereka dapat berkurang. Hal ini pada akhirnya membuat penerimaan pajak pemerintah juga ikut turun.

“Mereka akan bekerja lebih sedikit, yang berarti mereka akan membayar pajak penghasilan lebih rendah dan pendapatan pemerintah akan turun justru pada saat permintaan terhadap layanan-layanan tersebut sedang berada di puncaknya,” tulis Bill Gates dikutip Jumat (28/8).  

Oleh karena itu, Bill Gates kemudian mengusulkan agar AI dan robot turut menjadi objek pajak. “Saya berpendapat bahwa kita sebaiknya mengenakan pajak pada token AI dan robot,” tulisnya.

Bill Gates menjelaskan alasan di balik usulan tersebut dengan membandingkan perlakuan pajak antara tenaga kerja manusia dan robot.

Menurutnya, ketika perusahaan mempekerjakan seseorang, perusahaan membayar payroll taxes atas penghasilan pekerja. Sementara ketika perusahaan membeli robot, biaya tersebut umumnya dapat langsung dicatat sebagai pengeluaran bisnis.

Bill Gates menilai perbedaan tersebut secara tidak langsung menciptakan insentif bagi Perusahaan. Khususnya berkaitan dengan insentif untuk mengganti pekerja manusia dengan mesin.

“Sistem perpajakan mendorong anda untuk mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin,” tulisnya.

Persoalan yang disoroti Bill Gates bukan sekadar apakah robot perlu membayar pajak seperti seorang pekerja manusia. Ia mempertanyakan bagaimana sistem perpajakan memperlakukan aktivitas ekonomi ketika pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia mulai dialihkan kepada mesin.

Pajak Robot untuk Siapa?

Bill Gates mengatakan penerapan pajak terhadap AI dan robot dapat memperlambat laju perpindahan dari tenaga kerja manusia ke mesin. Ini sekaligus menghasilkan penerimaan untuk membiayai pelatihan ulang pekerja dan memperkuat jaring pengaman sosial.

“Pajak akan sedikit memperlambat laju peralihan dari tenaga kerja manusia serta menggalang dana untuk pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial yang lebih kuat,” tulisnya.

Namun, Bill Gates memberikan catatan bahwa pajak tersebut harus dirancang secara selektif. Hal ini diperlukan agar tidak menghambat penggunaan AI yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia mencontohkan penggunaan AI untuk membuat biaya layanan kesehatan dan pendidikan menjadi lebih murah sebagai bentuk penggunaan yang seharusnya tidak ikut terhambat.

Bill Gates juga menyadari bahwa gagasan pajak robot memiliki konsekuensi terhadap efisiensi ekonomi. Ia mengatakan para pengkritik gagasan tersebut berpendapat bahwa pajak robot tidak akan menghasilkan kondisi ekonomi yang paling efisien.

Namun, Bill Gates menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya memperhitungkan nilai pekerjaan bagi individu dan masyarakat. “Dengan pesatnya inovasi di masa depan, kita akan mampu menanggung sedikit ketidakefisienan sebagai harga yang pantas demi mempertahankan lapangan kerja bagi Masyarakat,” tulisnya.

Bill Gates juga menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan baru muncul seiring perkembangan AI generatif saat ini. Dia mengatakan telah mengusulkan pajak robot beberapa tahun lalu.

“Saya mengusulkan pajak robot bertahun-tahun yang lalu dan sebagian besar tanggapannya menganggap itu sebagai gagasan yang aneh. Saya masih sangat mendukung gagasan tersebut,” tulisnya.

Meski demikian, Bill Gates mengakui pajak robot bukanlah solusi tunggal untuk menghadapi ancaman AI terhadap pasar tenaga kerja. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan salah satu bagian dari respons yang diperlukan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Bill Gates pada akhirnya menekankan bahwa tambahan penerimaan yang dikumpulkan pemerintah perlu diarahkan kepada kelompok yang paling terdampak. Ini termasuk pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat AI dan robot, pekerja yang mengalami penurunan jam kerja atau upah, serta komunitas yang mengalami dampak ekonomi paling besar.

“Kita perlu mulai melakukan pekerjaan itu sekarang agar sistem-sistem tersebut siap saat kebutuhannya menjadi mendesak,” tulisnya.