Kamis, 30 Juli 2026, 20:40 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel), Muhtadi, mengakui ekspor komoditas sawit dari Pangkalan Bun masih menghadapi sejumlah kendala logistik yang berdampak pada biaya dan waktu pengiriman. Hambatan tersebut, kata dia, terjadi baik pada ekspor menggunakan kapal curah maupun kontainer.
Muhtadi menjelaskan, untuk ekspor curah, kapal induk tidak dapat bersandar langsung di pelabuhan karena keterbatasan kedalaman alur. Akibatnya, muatan harus diangkut terlebih dahulu menggunakan tongkang menuju titik ship to ship (STS) di tengah laut.
"Itu jaraknya kan cukup jauh kan. Terkait dengan sekitar berapa 40 mil dan membutuhkan waktu dari perjalanan sekitar 12 jam ini. Otomatis ini kan terkait dengan logistik pasti naik ya. Karena tidak bisa langsung itu, membutuhkan waktu," beberapa dia saat ditemui wartawan, di Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi konsekuensi yang harus dijalani eksportir selama belum tersedia pelabuhan dengan kedalaman yang mampu disandari kapal berukuran besar.
Selain ekspor curah, kendala juga dirasakan pada pengiriman menggunakan kontainer. Salah satu persoalan utama adalah terbatasnya ketersediaan kontainer yang memenuhi standar untuk kegiatan ekspor.
Baca Juga: Ekspor Sawit dari Pangkalan Bun Sumbang Bea Keluar Rp882 Miliar hingga Juli 2026
Baca Juga: Bukan Cuma Kelapa Sawit, Ternyata Ini Alasan Riau Disebut 'Jantung' Energi Indonesia
"Karena akan dibutuhkan kontainer yang layak. Yang kedua tidak adanya kapal yang direct," jelas dia.
Saat ini, kontainer dari Pangkalan Bun harus dikirim terlebih dahulu ke Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan. Kondisi tersebut menambah waktu pengiriman sekaligus meningkatkan biaya logistik.
Di sisi lain, frekuensi kapal yang terbatas, sekitar dua kali dalam sepekan, juga menjadi tantangan bagi eksportir yang membutuhkan kepastian jadwal pengiriman. "Otomatis itu kendala-kendala yang ada seperti itu," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra