Jakarta -
Punya ayam petelur sendiri di rumah, apakah telurnya pasti lebih terjamin kualitasnya? Meski benar pakan dan kesehatannya bisa lebih terkontrol, faktanya belum tentu kualitasnya lebih terjamin.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Ulfa Yaze, SpGK berpendapat, salah satu keuntungan memelihara ayam sendiri adalah pemilik memang bisa lebih mengetahui kondisi ayam, termasuk makanan yang diberikan dan kesehatannya.
"Kalau kita yang memelihara ayam sendiri, kita pasti sudah mikirin nutrisi untuk ayamnya, makanan ayamnya juga. Udah tahu karena mau dikonsumsi sendiri, pasti kita akan ngasih makanan yang sehat juga buat si ayam," ujar dr Yaze dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (24/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, kualitas telur tidak hanya berkaitan dengan pakan. Kondisi ayam dan kebersihan lingkungan tempat ayam dipelihara juga perlu diperhatikan.
Kandang Ayam Perlu Rutin Dibersihkan
Ramadhan Ginanjar yang akrab disapa Ganjar, seorang content creator kebun rumahan asal Cimahi yang mengelola akun Instagram @hunian.jb, memilih membuat kandang yang memungkinkan kotoran ayam lebih mudah dikelola.
Ia menggunakan alas kandang berupa tanah dan dedaunan kering. Ia juga memanfaatkan kebiasaan ayam "menyeker" yaitu mengais tanah menggunakan cakar kaki sehingga kotoran dan daun kering tercampur secara alami.
"Alas kandang ayam saya itu langsung ke tanah kemudian ditambah dedaunan kering, tujuannya supaya kotoran ayam yang jatuh lebih cepat mengering dan menjadi pupuk sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat," kata Ganjar.
Meskipun begitu, kegiatan pembersihan kandang tetap menjadi hal yang perlu dilakukan secara rutin.
Hal serupa dilakukan Lili Suwali, seorang pensiunan yang kini memelihara 20 ekor ayam petelur di rumah. Kandang dibersihkan setiap hari, sedangkan kotoran ayam dikumpulkan secara berkala untuk diolah menjadi pupuk kohe.
"Kita harus melakukan pencegahan, seperti rutin membersihkan kandang, teratur dalam memberi pakan, minum, dan vitamin, serta kesehatan ayam petelur yang dipelihara," ujar Lili.
Perhatikan Kondisi Ayam
Selain kebersihan kandang, kondisi ayam juga penting diperhatikan. Berdasarkan pengalaman para pemelihara ayam petelur, ayam yang sakit atau mengalami stres dapat mengalami perubahan perilaku maupun produktivitas telur.
Rita Andayani, content creator gaya hidup berkelanjutan dari Kebun Samara asal Yogyakarta, mengatakan ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan ketika ayam sedang tidak sehat.
"Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemes, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat," kata Rita yang sudah hampir dua tahun lalu memelihara ayam petelur.
Menurutnya, kondisi telur juga dapat mengalami perubahan. Cangkang telur bisa menjadi lebih pucat atau tipis ketika kondisi ayam sedang bermasalah.
Karena itu, pemilik ayam sebaiknya tidak hanya memperhatikan telur yang dihasilkan, tetapi juga rutin mengamati kondisi ayam dan kandangnya.
Bagaimana Memilih Telur yang Baik?
Setelah telur dipanen, kualitasnya juga bisa diperhatikan sebelum dikonsumsi. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Ulfa Yaze, SpGK kondisi cangkang dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat memilih telur.
"Kalau telurnya bagus itu biasanya cangkangnya bersih, warnanya cokelat, mengilap. Jadi tidak yang warnanya sudah pudar atau banyak bintik-bintik," jelas dr. Yaze.
Dengan begitu, telur yang akan dikonsumsi sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi fisiknya, terutama kebersihan dan kondisi cangkangnya.
Telur Segar Tetap Harus Disimpan dengan Benar
Selain memperhatikan kualitas telur, telur yang sudah dipanen juga perlu ditangani dengan tepat.
Seperti Rita, misalnya, ia menerapkan prinsip first in first out (FIFO), yakni telur yang lebih dulu dipanen dikonsumsi terlebih dahulu.
"Kalau misalnya yang kemarin belum habis, ya tak makan dulu yang kemarin, yang hari ini aku simpan dulu," ujarnya.
Sementara itu, dr. Yaze menyarankan telur disimpan dengan baik dan tidak perlu dicuci sebelum disimpan.
"Kalau bisa ya disimpan, terus pas mau dimasak ya udah langsung dipecahin aja," kata dr Yaze.
Menurutnya, telur yang disimpan di kulkas dapat bertahan lebih lama dibandingkan telur yang disimpan pada suhu ruang. Telur juga sebaiknya ditempatkan dalam wadah tersendiri agar tidak bersentuhan dengan makanan lain.
Jadi, punya ayam petelur sendiri memang bisa membantu menyediakan sumber telur untuk keluarga. Namun, telur yang dihasilkan tetap perlu didukung dengan ayam yang sehat, kandang yang bersih, serta penyimpanan telur yang tepat.
@detikhealth_official Cuma segede biji polong? Tapi emang cukup ya segitu buat bersihin gigi? Jawabannya: cukup banget! 🦷 Ternyata, pasta gigi modern sudah punya kandungan aktif seperti fluoride yang pas. Makin banyak pasta gigi bukan berarti makin bersih, ya! Yuk, mulai perhatiin kebiasaan kamu sikat gigi,biar ga salah lagi! Creator: Nima #detikHealth #tipskesehatangigi #tipskesehatan #pastagigi ♬ original sound - detikHealth
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Video Mitos atau Fakta: Banyak Makan Telur Bikin Bisulan"
[Gambas:Video 20detik]
(amf/up)
Tren Piara Ayam Petelur
4 Konten
Memelihara ayam petelur di rumah rupanya sedang jadi tren belakangan ini. Satu sisi banyak manfaatnya karena tidak perlu lagi beli telur, sumber protein yang memang murah meriah. Namun sisi lain, harus juga memperhitungkan kesehatan lingkungannya.
Konten Selanjutnya