Medan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkuat peredaran uang logam melalui program Uang Logam Sumut Pilah, Hitung dan Edarkan (Ulos Paten) sebagai upaya ketersediaan rupiah layak edar di masyarakat.
Deputi Kepala Divisi Pengelolaan Uang Rupiah Perwakilan BI Sumut Hendra Wangsa mengatakan, pihaknya berperan dalam menjaga kelancaran dan stabilitas sistem pembayaran, serta memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar melalui kerja sama dengan perbankan.
"Dalam rangka mengoptimalkan resirkulasi uang logam, kami menginisasi Program Ulos Paten," ujar Hendra dalam keterangan diterima di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan inovasi pengelolaan uang logam melalui proses pilah, hitung, dan edarkan untuk mempertemukan penawaran dan pemintaan uang logam.
"Implementasinya dilakukan kepada satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, sekaligus mendukung penguatan edukasi cinta, bangga, dan paham (CBP) rupiah," katanya. .
Selain itu, sebagai cakupan uang lebih luas untuk masyarakat, program tersebut dilakukan melalui kegiatan car free day di Lapangan Merdeka pada Minggu (9/8).
Ke depan, BI Sumut terus mengembangkan program Ulos Paten melalui kanal koordinasi berbasis web untuk mendukung pelaporan dan pemantauan penawaran dan permintaan.
"Cakupan pengumpulan akan diperluas ke tempat ibadah, koperasi, dan mitra potensial lainnya. Selain itu, keterlibatan perbankan akan diperkuat untuk mengoptimalkan penyerapan apabila terjadi kelebihan supply uang logam," katanya.
Pihaknya berkomitmen mendorong terbentuknya ekosistem sirkulasi uang logam yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk cinta, bangga, dan paham rupiah.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.