Bandarlampung (ANTARA) - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyatakan dalam upaya memperkuat hilirisasi komoditas di daerah perlu dibangun ekosistem yang terintegrasi.
"Hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan industri, melainkan pembangunan ekosistem yang terintegrasi mulai dari aspek produksi, regulasi, infrastruktur, pembiayaan, hingga penguatan sumber daya manusia guna menciptakan iklim investasi yang kondusif," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan upaya tersebut perlu didukung oleh regulasi yang semakin memudahkan investasi melalui dukungan rencana tata ruang wilayah (RTRW), penyelarasan proyek dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penerapan penguatan tata kelola yang bersih dari praktik pungutan liar, serta optimalisasi Online Single Submission (OSS).
"Selain itu percepatan pertumbuhan ekonomi penguatan hilirisasi melalui pembentukan ekosistem terintegrasi itu juga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk ketersediaan air bersih, pasokan listrik yang andal, dan sarana prasarana logistik serta bongkar muat yang efisien," katanya.
Dia melanjutkan dalam konteks tersebut, sinergi dan konsistensi kebijakan menjadi kunci utama, dengan dukungan yang selaras dari sektor fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk mendorong iklim investasi yang semakin kompetitif.
"Ke depan penguatan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi Lampung perlu difokuskan pada tiga cita utama, yaitu mewujudkan pertumbuhan yang inklusif, mandiri, dan inovatif," ucap dia.
Menurut dia, perlu pula memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.
"Oleh karena itu dengan ekosistem yang terbentuk ini menjadikan hilirisasi yang ditopang oleh sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan dan pemerintah daerah akan menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Lampung yang inklusif serta berkelanjutan," tambahnya.
Baca juga: Gubernur Lampung: Hilirisasi kakao dari desa tingkatkan nilai tambah
Baca juga: Pemkab Lampung Barat dorong komunitas muda dukung hilirisasi kopi
Baca juga: Pengembangan Kawasan Industri Kakao perkuat hilirisasi kakao Lampung
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.