Cirebon (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, mencatat ajang Trikarsa Fest 2026 di daerah tersebut menghasilkan komitmen business matching senilai Rp14,32 miliar selama pelaksanaan pada 14-17 Agustus 2026.

Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan komitmen tersebut berasal dari 49 Letter of Intent (LoI), yang dihasilkan melalui kegiatan business matching selama festival.

“Capaian ini menunjukkan Trikarsa Fest tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, mitra usaha, dan sumber pembiayaan,” katanya di Cirebon, Selasa.

Selain komitmen business matching, kata dia, seluruh rangkaian Trikarsa Fest mencatat transaksi sekitar Rp1,14 miliar selama empat hari penyelenggaraan.

Pihaknya mendata pula bahwa kegiatan tersebut, mendorong penyaluran pembiayaan perbankan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sekitar Rp2,12 miliar.

Baca juga: BI sebut pertumbuhan ekonomi di Ciayumajakuning capai 5,09 persen

Baca juga: BI: Target investasi Ciayumajakuning tercapai 85,2 persen

Menurut Wihujeng, capaian itu menunjukkan festival dapat menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra sekaligus membuka akses terhadap peluang pengembangan bisnis.

“Trikarsa Fest 2026 menghadirkan 37 kegiatan dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 115.538 orang, melibatkan 103 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sembilan mitra strategis,” katanya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, kata dia, Trikarsa Fest menjadi ruang pengembangan kreativitas dan keterampilan dengan melibatkan 4.550 peserta dalam berbagai kompetisi dan talkshow.

Ia mengatakan salah satu agenda pengembangan keterampilan dilakukan melalui bootcamp kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan program barista nonprofesional, yang diperkirakan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 60 orang.

Wihujeng mengatakan capaian Trikarsa Fest merupakan hasil sinergi BI dengan pemerintah daerah se-Ciayumajakuning, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, UMKM, dan mitra strategis lainnya.

“Jejaring usaha dan peluang yang terbentuk selama festival terus berjalan sehingga dapat membantu UMKM berkembang, memperluas penggunaan pembayaran digital, serta menciptakan peluang ekonomi baru di Ciayumajakuning,” ucap dia.

Baca juga: HIMKI bidik pengembangan kekuatan ekspor industri kerajinan di Jabar

Baca juga: Jabar perkuat ekonomi daerah melalui pengembangan berbasis budaya

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.