BGN: Seluruh korban dugaan keracunan Sidoarjo membaik

Jumat, 4 September 2026 22:31 WIB

Image Print

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)​​​​​​​ Mayor Jenderal TNI Trenggono (kanan), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi ​​​​​​​(tengah), dan Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) mengunjungi Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). (ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Sidoarjo)

Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI Trenggono menjelaskan bahwa seluruh korban dugaan keracunan di Sidoarjo telah membaik dan tersisa 22 orang yang masih dirawat di sembilan rumah sakit setempat.

“Semua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo yang menjadi korban dugaan keracunan sudah dalam kondisi pulih dan membaik,” kata Trenggono saat meninjau penanganan korban di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur , Jumat.

Ia menyatakan, dari 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah mendapatkan perawatan medis.

Ia menegaskan BGN pada Rabu (2/9) telah menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menyusul kejadian tersebut.

Trenggono menjelaskan penangguhan dilakukan untuk investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.

Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah, Trenggono menyebut BGN juga telah mencopot kepala dapur tersebut dan akan memeriksa penerapan prosedur operasional standar untuk mengetahui penyebab kejadian.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono juga menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dan ketidakpatuhan petugas dapur dalam operasional dapur SPPG terkait hingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, ia pun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menangani para korban.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo yang sudah bertindak cepat, sehingga semuanya tertangani dengan baik. Yang utama adalah pada korban harus tertangani dengan baik," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi yang turut serta dalam kunjungan tersebut menyatakan Kementerian PPPA siap memberikan pendampingan trauma healing apabila para santri masih membutuhkan dukungan untuk pemulihan psikologis dan emosional.

Ia menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat hingga ponpes dan para korban sehingga anak-anak korban kejadian tersebut dapat siap kembali bersekolah.

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026