Presiden Prabowo Subianto akan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Timor Leste, José Manuel Ramos Horta, di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (28/8), sore.

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih telah tiba di Istana untuk mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, hingga Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Arrmanatha Nasir mengatakan Ramos Horta membawa sekitar 20 delegasi yang terdiri atas penerima Nobel. Rombongan tersebut sebelumnya menghadiri pertemuan terkait sains yang berlangsung di Timor-Leste pada 24-26 Agustus 2026.

Arrmanatha mengatakan delegasi yang mendampingi Ramos-Horta adalah penerima Nobel Laureate dari berbagai bidang. "Ada yang dari perdamaian, dari sains, kimia, pangan, dan lain-lain," ujarnya sebelum memasuki gerbang masuk Istana.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pertemuan kali ini kemungkinan turut membahas kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Pembahasan tersebut dinilai relevan mengingat Ramos Horta membawa sejumlah penerima Nobel dari berbagai bidang dalam kunjungannya ke Indonesia.

Brian mengatakan Indonesia memiliki kepentingan untuk meningkatkan kualitas riset nasional dan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari para peraih Nobel. Selain kerja sama riset, Brian juga menyebut terdapat kemungkinan pembahasan mengenai program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Timor Leste.

"Kita bisa mengirimkan mahasiswa S3 kita. Itu cara yang paling efektif untuk belajar dari ilmuwan-ilmuwan peraih nobel," kata Brian.

Sebelum bertemu Prabowo di Istana, Ramos Horta sebelumnya bertemu dengan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, di Megawati Institute, Jakata, pada Jumat (28/8), siang.

 Ramos Horta merupakan salah satu penerima hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1996. Ia menerima penghargaan tersebut bersama-sama Carlos Ximenes Belo atas upaya perdamaian dalam konflik di Timor Leste.