Bengkayang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menyiapkan kebijakan pembelajaran yang bersifat dinamis menyusul dampak kemarau dan kabut asap di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono mengatakan, kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran dinamis disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah satuan pendidikan.
“Situasi kabut asap ini dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, kebijakan yang dikeluarkan juga harus menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Heru di Bengkayang, Minggu.
Ia mengatakan tidak semua wilayah Kabupaten Bengkayang memiliki kondisi udara yang sama, sehingga keputusan untuk meliburkan sekolah tidak dapat diberlakukan secara seragam tanpa melihat perkembangan kualitas udara.
Menurut Heru, apabila kondisi udara memburuk, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat mengambil langkah lebih lanjut, termasuk menyesuaikan jam belajar maupun kebijakan lainnya berdasarkan rekomendasi lintas sektor.
“Kalau ada edaran, sifatnya dinamis. Kita melihat perkembangan situasi dan data kualitas udara terlebih dahulu,” ujarnya.
Heru menegaskan, dalam kondisi saat ini pembelajaran masih dapat dilaksanakan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Sekolah diminta memperkuat penerapan protokol kesehatan, termasuk penggunaan masker dan memperbanyak konsumsi air putih.
“Kondisi sekolah tidak semuanya sama. Karena itu, kita terus berkoordinasi dengan korwil dan pihak terkait untuk menentukan langkah yang paling tepat,” katanya.
Sementara itu, hasil rapat koordinasi teknis dampak kemarau dan kabut asap pada Jumat (21/8) menyepakati sejumlah langkah antisipasi, di antaranya mewajibkan peserta didik menggunakan masker dengan menyesuaikan kondisi kualitas udara serta memperbanyak minum air putih.
Kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan, namun satuan pendidikan dapat melakukan penyesuaian jam belajar apabila kondisi udara mulai mengganggu kesehatan peserta didik. Kegiatan yang dilakukan di luar ruangan juga diminta dikurangi.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.