Jakarta (ANTARA) - Ada persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa aktif berenang bisa menambah atau memengaruhi tinggi badan seseorang, namun apakah itu benar?
Anggapan bahwa sering berenang secara langsung bisa memanjangkan tulang adalah mitos secara biologis, namun memiliki dasar fakta mekanis dan fungsional yang memengaruhi postur serta optimalisasi pertumbuhan.
Secara ilmiah, variasi tinggi badan manusia tergolong sebagai sifat poligenik (dikendalikan oleh banyak gen sekaligus). Studi genetika modern memperkirakan bahwa faktor keturunan atau genetik berkontribusi sebesar 60 persen hingga 80 persen dalam menentukan tinggi badan akhir seseorang.
Sementara 20 persen hingga 40 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan (seperti nutrisi, hormon, kesehatan, dan gaya hidup selama masa pertumbuhan).
Baca juga: Dokter tepis isu makan "double protein" bantu tinggikan badan anak
Efek samping dari berenang :
1. Dekompresi tulang belakang (spinal decompression)
ketika manusia beraktivitas di darat, gaya gravitasi menekan bantalan tulang belakang (intervertebral discs), yang menyebabkan pemendekan mikro sepanjang hari. Di dalam air, gaya apung (buoyancy) meminimalkan beban aksial gravitasi pada tulang belakang.
Hal ini memungkinkan bantalan tulang belakang meregang dan menyerap cairan secara optimal, menghasilkan dekompresi temporer sebesar 1 hingga 2 cm setelah berenang.
2. Perbaikan postur tubuh (postural realignment)
Berenang melibatkan seluruh kelompok otot utama, terutama otot inti (core muscles), punggung bawah, dan bahu. Memperkuat otot-otot penopang ini membantu memperbaiki postur tubuh yang bungkuk (kyphosis) atau posisi bahu yang maju ke depan. Dengan berdiri lebih tegak, seseorang akan tampak lebih tinggi secara visual tanpa adanya penambahan panjang tulang kerangka secara fisik.
Baca juga: 5 Olahraga terbaik untuk bantu menambah tinggi badan
3. Stimulasi hormon pertumbuhan (HGH)
Berenang merupakan bentuk latihan aerobik intensif yang terbukti merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan Human Growth Hormone (HGH). Pada anak-anak dan remaja yang lempeng pertumbuhannya masih terbuka, peningkatan kadar HGH yang diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup akan mendukung proses pemanjangan tulang secara optimal.
Secara kesimpulan, berenang tidak dapat menambah panjang tulang secara langsung, melainkan berfungsi memaksimalkan potensi tinggi badan ideal selama masa pertumbuhan. Pada usia anak-anak hingga remaja, olahraga ini membantu merangsang pelepasan hormon pertumbuhan (Human Growth Hormone) sebelum lempeng epifisis (growth plate) menyatu dan menutup.
Sementara pada usia dewasa, efek peregangan di dalam air dan penguatan otot penyangga tubuh saat berenang membantu memperbaiki postur tulang belakang menjadi lebih tegak dan lurus, sehingga tubuh tampak lebih tinggi dan proporsional tanpa mengubah struktur ukuran tulang kerasnya, demikian mengutip Kemkes dan beberapa sumber lain.
Baca juga: 8 makanan pemicu kenaikan berat badan yang perlu dibatasi
Baca juga: Anak perempuan dengan gangguan pertumbuhan perlu pemeriksaan kromosom
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.