Jude Bellingham dan Thomas Tuchel pelatih Timnas Inggris

Jude Bellingham kembali menjadi penentu langkah Inggris di Piala Dunia 2026. Dua golnya membawa The Three Lions bangkit dan menundukkan Norwegia 2-1 lewat babak tambahan waktu, sekaligus mengantar tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke semifinal.

Namun selepas laga, perhatian justru beralih ke komentar Bellingham ketika dimintai tanggapan mengenai kritik yang dilontarkan Tuchel terhadap performa Inggris.

Jawaban singkat gelandang berusia 23 tahun itu memunculkan perdebatan, meski kemenangan tetap menjadi milik Inggris.

Bellingham Bela Rekan Setim usai Dikritik Tuchel

Usai pertandingan, Tuchel mengaku kurang puas dengan penampilan anak asuhnya meski berhasil menyingkirkan Norwegia. Pernyataan itu kemudian disampaikan kepada Bellingham dalam sesi wawancara.

“Ya, terserah saja,” jawab Bellingham singkat.

Ia kemudian membela perjuangan seluruh pemain Inggris di lapangan.

BACA JUGA:

“Pertandingannya sangat sulit. Semua pemain sudah bekerja sangat keras. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang kembali menunjukkan kerja keras luar biasa.”

Bellingham juga menilai lawan yang dihadapi Inggris bukan tim yang mudah dikalahkan.

“Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu menghadapi Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sørloth. Itu bukan tim yang mudah dilawan.”

Menurutnya, Inggris tak selalu harus menang dengan permainan indah.

“Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan hanya dengan mengalirkan bola dan membuat ribuan operan. Kadang Anda harus menang dengan cara yang sulit, dan kami kembali melakukannya malam ini.”

Bellingham sendiri kini telah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen. Dua gol tersebut juga memastikan Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal yang digelar di Atlanta, Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Mantan manajer Premier League, Alan Pardew, mengaku tidak mempermasalahkan komentar Tuchel. Justru ia lebih mengkhawatirkan respons Bellingham.

Dalam program The Final Word di talkSPORT, Pardew mengingat kembali situasi yang pernah dialami sang gelandang pada turnamen sebelumnya.

“Yang paling membuat saya khawatir adalah Bellingham, bukan Thomas. Pada turnamen sebelumnya dia sempat memikul semuanya sendiri dan merasa banyak orang menyalahkannya ketika tim tidak bermain baik.”

Pardew berharap kejadian kali ini tidak mengganggu fokus pemain yang dianggap sebagai sosok terpenting Inggris.

“Dia berada dalam kondisi yang sangat bagus sekarang. Saya hanya berharap hal ini tidak memengaruhinya sedikit pun karena dia adalah pemain utama kami. Dia James Bond-nya Inggris.”

Perselisihan Dinilai Tak Perlu Dibesar-besarkan

Meski begitu, Pardew menilai Tuchel tetap perlu berbicara langsung dengan Bellingham agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Menurutnya, perselisihan kecil antara pelatih dan pemain bukan sesuatu yang harus ditakuti.

“Saya rasa itu hanya perlu dibicarakan. Ketika pertanyaan itu diajukan kepada Jude, dia terlihat benar-benar terkejut. Bahkan tanpa berbicara pun terlihat dia merasa tersinggung.”

Pardew menambahkan ruang ganti tim yang sukses pun tidak selalu dipenuhi suasana harmonis.

“Perdebatan antara pemain dan pelatih bisa terjadi. Itu justru bisa memperkuat hubungan mereka. Saya yakin Jude dan Thomas akan keluar dari situasi ini dengan hubungan yang lebih baik.”

Sepanjang Piala Dunia musim panas ini, Bellingham tampil tajam dengan enam gol dan satu assist dari enam pertandingan. Dua di antaranya dicetak saat menghadapi Meksiko dan Norwegia pada fase gugur.

Secara keseluruhan, pemain berusia 23 tahun itu kini telah mengoleksi 12 gol dari 54 penampilan bersama tim nasional Inggris sejak menjalani debut pada 2020 ketika masih berusia 17 tahun.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.

  • TAGS
  • Jude Bellingham
  • Thomas Tuchel
  • Timnas Inggris