Brussel (ANTARA) - Otoritas Belanda mengaktifkan kembali Rencana Panas Nasional pada Sabtu (11/7) karena suhu diperkirakan akan naik di atas 30 derajat Celsius di sebagian besar wilayah negara, menurut laporan lembaga penyiaran publik NOS, Jumat (10/7).

Langkah itu akan berlaku untuk provinsi Zeeland, South Holland, North Brabant, Limburg, Utrecht, Gelderland, dan Overijssel menyusul perkiraan cuaca panas yang berkepanjangan.

Menurut Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI), suhu diperkirakan akan mencapai sekitar 29 derajat Celsius selama akhir pekan sebelum naik hingga setinggi 32 derajat Celsius pada awal minggu depan.

Badan cuaca tersebut juga memperingatkan bahwa indeks ultraviolet (UV) akan sangat tinggi, meningkatkan risiko sengatan matahari bagi orang-orang tanpa pelindungan yang memadai.

Rencana panas nasional diaktifkan selama periode suhu tinggi yang berkelanjutan untuk mengingatkan penyedia layanan kesehatan, pengasuh informal, dan masyarakat tentang meningkatnya risiko kesehatan akibat panas, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, dan orang-orang dengan penyakit kronis.

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa orang lanjut usia sangat berisiko karena kemampuan mereka untuk mengatur suhu tubuh berkurang dan mungkin mengalami penurunan rasa haus, sehingga meningkatkan kemungkinan dehidrasi.

Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan menyarankan warga untuk minum banyak air, menjaga diri dan rumah mereka tetap sejuk, dan mewaspadai tanda-tanda penyakit yang berhubungan dengan panas, termasuk sakit kepala, pusing, kelelahan, dan rasa haus yang berlebihan.

Belanda sebelumnya telah mengaktifkan rencana penanggulangan panas nasional dari 18 Juni hingga 29 Juni selama gelombang panas ekstrem sebelumnya.

Itu menandai aktivasi kedua rencana tersebut pada musim panas ini, sama dengan tahun lalu.


Sumber: Anadolu

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.