Keputusan ini membuat jajaran elite daerah, anggota DPRD, hingga jajaran pejabat berjemur bersama ribuan warga di bawah terik matahari selama dua jam penuh tanpa sajian makanan maupun minuman dingin.
Baca Juga: Heboh Video 'Pulangkan Lucky Hakim ke Cilacap,' Konspirasi Politik di Indramayu?
Langkah tak biasa dari pria berusia 48 tahun ini dilakukan demi meruntuhkan sekat feodalisme di lingkungan pemerintahan.
Mantan aktor layar kaca tersebut tak segan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para tamu undangan atas ketiadaan fasilitas peneduh tersebut.
"Saya mohon maaf kepada para anggota Dewan, DPRD, pada para Pejabat, para petinggi , para elite, juga para tamu undangan yang terhormat nan mulia, saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama sama berdiri dua jam di lapangan, tanpa hidangan, minuman dingin nan buah-buahan, camilan, maaf kan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh, sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini, kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D," ucap Lucky Hakim saat dihubungi awak media, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: Wakil Bupati Indramayu Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Begini Reaksi Mengejutkan Lucky Hakim
Eks pesohor yang lahir pada tahun 1978 ini menegaskan, aksi berdiri berjemur ini sarat akan pesan moral.
Ia bertekad menyentuh empati para pejabat publik agar mampu merasakan perjuangan fisik masyarakat kecil yang berburu rupiah di tengah musim kemarau.
"Agar kita semua khususnya saya bisa merasakan panas dan terik, seperti rakyat yang berjuang mencari nafkah di musim kemarau nan panas ini," jelasnya.
Melalui momen tersebut, sang bupati menekankan pesan kuat kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa berorientasi pada kesejahteraan rakyat saat menyusun kebijakan di dalam ruang ber-AC yang nyaman.
"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan berAC, duduk di kursi nan nyaman dengan hudangan camilan nikmat, kita akan ingat moment upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yg juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," tuturnya.
Suasana upacara sempat diwarnai kejadian tak terduga di tengah prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Seorang perempuan terduga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendadak menerobos area upacara dan berupaya mendekati podium kehormatan.
"Tadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, enggak tahu mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera," bebernya.
Petugas keamanan gabungan dengan cepat mengamankan perempuan tanpa identitas tersebut secara protektif dan melarikannya ke RSUD Indramayu untuk perawatan medis.
Lucky Hakim pun mengapresiasi penanganan humanis dari para petugas di lapangan.
"Saya sempet tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanislah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya, kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut, ya ini ibarat kejutan unik aja hehehe," pungkasnya.