Bengkayang (ANTARA) - Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, telah menerapkan layanan kepabeanan berbasis digital melalui sistem CEISA 4.0 untuk seluruh pengajuan dokumen ekspor atau Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan, digitalisasi tersebut mencakup seluruh tahapan administrasi ekspor, mulai dari pengajuan dokumen, penelitian dokumen, penetapan jalur hingga persetujuan ekspor.

"Seluruh pengajuan dokumen ekspor atau PEB di Jagoi Babang sudah dilakukan secara elektronik melalui CEISA 4.0, mulai dari pengajuan, penelitian dokumen, penetapan jalur, hingga persetujuan ekspor," kata Arman di Bengkayang, Senin. 

Dengan penerapan sistem tersebut, pelaku usaha tidak lagi perlu menyerahkan dokumen ekspor dalam bentuk fisik untuk proses administrasi kepabeanan.
Menurut Arman, digitalisasi juga membuat proses pelayanan ekspor menjadi lebih cepat, terutama karena penetapan jalur dilakukan berdasarkan manajemen risiko.

Dokumen ekspor yang masuk jalur hijau dan tidak memerlukan pemeriksaan fisik dapat diproses lebih cepat. Pelaku usaha juga dapat memantau status dokumen ekspornya secara langsung melalui sistem.

"Ya, digitalisasi mempercepat proses. Dengan sistem elektronik dan penetapan jalur berbasis risiko, dokumen yang tidak memerlukan pemeriksaan fisik dapat diproses lebih cepat," ujarnya.

Meski sebagian besar proses administrasi telah dilakukan secara elektronik, masih terdapat kegiatan yang harus dilakukan secara langsung di lapangan. Pemeriksaan fisik barang tetap dilakukan sesuai ketentuan, sementara perekaman data tertentu juga masih dilakukan karena belum seluruhnya terintegrasi dalam sistem digital.

Di sisi lain, kondisi jaringan internet di kawasan perbatasan masih menjadi salah satu tantangan dalam penerapan layanan kepabeanan berbasis digital. Arman mengatakan, gangguan jaringan berpotensi menghambat proses pelayanan karena sebagian besar tahapan administrasi telah bergantung pada sistem elektronik.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bea Cukai Jagoi Babang menyiapkan jaringan cadangan dan mengusulkan penambahan perangkat jaringan, termasuk access point dan kabel LAN, agar koneksi dapat menjangkau seluruh pos pelayanan.

"Kami menyiapkan jaringan cadangan, mengusulkan penambahan perangkat jaringan agar sinyal menjangkau seluruh pos, serta berkoordinasi dengan Kantor Pusat dan pengelola PLBN," katanya.

Arman memastikan gangguan jaringan tidak diharapkan sampai menghentikan pelayanan dan arus barang di perbatasan. Jika terjadi gangguan, Bea Cukai akan menerapkan prosedur darurat sesuai ketentuan sehingga pelayanan kepabeanan tetap dapat berjalan sampai sistem kembali normal.

"Jika terjadi gangguan, pelayanan tetap berjalan dengan prosedur darurat sesuai ketentuan agar arus barang tidak terhenti," ujarnya.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.