Hingga kini program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membuka pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia, yang diresmikan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 29 Agustus 2026.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menyebut Beasiswa Santri Baznas dirancang untuk mempersiapkan santri dhuafa berprestasi kelas 12 Madrasah Aliyah (MA)/sederajat menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Langkah ini sekaligus menjadi ikhtiar strategis Baznas dalam mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan SDM dan pendidikan.

Baca juga: Baznas RI luncurkan Beasiswa Santri di Muktamar ke-35 NU

"Hingga kini program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," kata Sodik.

Pada tahun 2025, lanjutnya, program ini mencatatkan keberhasilan dengan meloloskan lebih dari 7.300 santri ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan, dan perguruan tinggi kedinasan, di mana 4.779 dari 10.000 total penerima manfaat merupakan generasi pertama di keluarga mereka yang berkesempatan mengejar gelar sarjana demi masa depan yang lebih baik.

"Dari pesantren, kami berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujar Sodik.

Baca juga: Baznas nyatakan komitmen di bidang pendidikan lewat beasiswa santri

Sementara itu Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad menjelaskan setiap penerima Beasiswa Santri Baznas akan memperoleh bantuan dana Rp4 juta dari dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta pembinaan bagi santri dan peningkatan kapasitas pelaksanaan program bagi pesantren pengelola.

"Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok, untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas. Jadi melalui program ini, Baznas memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama," tutur Idy Muzayyad.

Sementara, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) RI Basnang Said mengatakan sebagian besar atau 60 persen orang tua santri berada pada Desil 1, 2, dan 3. "Kalaupun ada Desil 6, 7, 8, biasanya pesantren-pesantren modern," ucapnya.

Baca juga: Baznas nyatakan komitmen di bidang pendidikan lewat beasiswa santri

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.