Dengan program Balai Ternak ini, pendapatan peternak diproyeksikan meningkat dari rata-rata Rp1,8 juta menjadi sekitar Rp3,66 juta per bulan

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program Balai Ternak Baznas di Sumberharjo, Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sebagai upaya memberdayakan peternak dari kalangan mustahik, serta mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha peternakan kambing perah.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan program Balai Ternak Baznas menjadi salah satu ikhtiar Baznas mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi mustahik.

"Kita ketahui bersama potensi usaha peternakan di wilayah ini sangat strategis. Didukung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, insyaallah program ini akan berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi para mustahik," katanya.

Idy menjelaskan, program Balai Ternak di Wonogiri memberdayakan 20 kepala keluarga (KK) mustahik dengan total bantuan sebesar Rp517.460.000, hasil kolaborasi antara Baznas RI, Baznas Kabupaten Wonogiri, dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Baznas ajak nonton Aston Villa vs Indonesia All Stars sambil sedekah

Ia menyebut, anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan 42 ekor kambing perah unggul seperti pejantan dan indukan kambing saanen (strain kambing khusus perah), pembangunan sarana pendukung seperti kandang khusus ternak perah seluas 600m², rumah perah untuk sterilisasi susu, freezer susu kapasitas 1.000 liter, sarana pengolahan susu kambing, pengemasan susu kambing, serta pendampingan usaha bagi para peternak.

"Dengan program Balai Ternak ini, pendapatan peternak diproyeksikan meningkat dari rata-rata Rp1,8 juta menjadi sekitar Rp3,66 juta per bulan," ujarnya.

Idy menggarisbawahi bahwa ZIS harus mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi penerima manfaat. Sehingga, Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan berupa aset ternak, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, peningkatan kapasitas peternak, hingga penguatan akses pasar agar usaha yang dijalankan dapat terus tumbuh.

"Tujuan akhirnya dari program pemberdayaan Baznas yang terus digaungkan ini bukan hanya sekadar meningkatkan pendapatan, melainkan mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzaki sehingga bisa berkontribusi," ucap Idy Muzayyad.

Baca juga: Baznas bawa nilai keluarga lewat film "Takkan Ku Biarkan Kau Menangis"

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Wonogiri, Rujito menyambut baik kehadiran program Balai Ternak Baznas di Wonogiri.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan di sektor peternakan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Wonogiri.

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak keluarga prasejahtera terbantu melalui berbagai program strategis Bersama.

"Pemerintah Kabupaten Wonogiri siap bersinergi untuk mendukung keberhasilan program ini," tutur Rujito.

Baca juga: Baznas ajak Jamiyah Singapore kolaborasi perkuat pemberdayaan mustahik

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.