Padang Panjang (ANTARA) -
Seorang pria bernama Afrinaldi (48) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jorong Sawah Parik, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis. Korban yang tinggal seorang diri itu diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 72 jam sebelum ditemukan.
Kapolsek X Koto IPTU Martheriko, S.H., M.M., CHRS, mengatakan penemuan korban berawal dari kekhawatiran keluarga terhadap kondisi Afrinaldi yang sulit dihubungi.
Kakak kandung korban, Dasrul, kemudian menghubungi seorang saksi bernama Daniati untuk meminta bantuan mengecek kondisi adiknya.
Daniati bersama seorang warga mendatangi rumah korban, tetapi mendapati pintu dan jendela dalam keadaan terkunci serta seluruh gorden tertutup rapat. Kecurigaan bertambah setelah mereka mencium bau menyengat dari dalam rumah.
Setelah berulang kali mengetuk pintu dan memanggil korban tanpa mendapat jawaban, saksi meminta bantuan warga lainnya. Dengan sepengetahuan pihak keluarga, salah seorang warga kemudian membuka jendela rumah menggunakan linggis.
Dari luar rumah, korban terlihat tergeletak dalam posisi tengkurap dan tidak memberikan respons. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Wali Nagari Panyalaian, yang meneruskannya kepada kepolisian dan petugas kesehatan.
Sekitar pukul 10.30 WIB, personel Polsek X Koto bersama personel Polres Padang Panjang, petugas Puskesmas X Koto 2, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.
"Begitu menerima informasi, personel langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan bersama petugas kesehatan dan unsur terkait. Kami juga mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memperoleh informasi yang jelas mengenai peristiwa tersebut," kata Martheriko.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas X Koto 2, dr. Aulia Rahmi, jenazah korban telah mengalami pembengkakan dan perubahan warna menjadi kehitaman. Petugas juga menemukan belatung pada bagian perut hingga wajah korban.
Kondisi jenazah tersebut membuat dokter tidak dapat memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari pemeriksaan luar, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 72 jam sebelum ditemukan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki pemeriksaan lebih lanjut. Setelah penanganan di lokasi selesai, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di belakang rumah korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, Afrinaldi diketahui tinggal seorang diri serta memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan epilepsi. Korban disebut sedang menjalani rawat jalan dan mengonsumsi obat secara rutin. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian berdasarkan pemeriksaan luar semata.
Martheriko mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama warga yang tinggal seorang diri maupun yang membutuhkan perhatian khusus.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi tetangga dan lingkungan masing-masing. Apabila mengetahui ada warga yang sudah lama tidak terlihat beraktivitas atau membutuhkan pertolongan, segera koordinasikan dengan perangkat nagari, tenaga kesehatan, maupun pihak kepolisian agar dapat dilakukan pengecekan dan penanganan secara cepat," ujarnya.
Polsek X Koto telah melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara, mendata saksi, mengumpulkan bahan keterangan, serta melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.