Jakarta -
Bastian Steel menghadapi pengalaman tak biasa dalam web series Penghuni Rumah Warisan. Memerankan Erik, pria muda yang terbiasa hidup mewah, gemar berpesta, dan dikenal playboy, Bastian harus berhadapan dengan kehidupan sederhana hingga teror makhluk tak kasatmata.
Kehidupan Erik, berubah 180 derajat setelah perusahaan keluarganya bangkrut dan aset-aset mereka disita bank. Bersama sang kakak, Enzo yang diperankan Fadly Faisal, Erik terpaksa meninggalkan kehidupan glamor dan pindah ke rumah tua peninggalan nenek mereka. Tak disangka, rumah tersebut masih dihuni makhluk lain.
Bastian mengaku karakter Erik cukup jauh dari dirinya. Salah satu tantangan terbesar, justru ketika harus meyakinkan penonton bahwa Erik merupakan pria yang gemar berpesta dan memiliki gaya hidup sebagai playboy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Chemistry-nya ya untungnya sama Fadli emang beberapa kali sudah sempat ketemu juga. Jadi, gak terlalu susah untuk mengembangkan antara adik dan abang," ujar Bastian Steel saat konferensi pers di FX Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Menurut Bastian, membangun karakter playboy sekaligus anak yang terbiasa berpesta bukan perkara mudah. Ia melakukan riset agar karakter Erik terasa lebih meyakinkan.
Meski begitu, Bastian menikmati proses syuting bersama para pemain Penghuni Rumah Warisan. Ia mengaku sudah tidak sabar melihat hasil serial tersebut.
Tak hanya harus beradaptasi dengan hilangnya kemewahan, Erik juga menghadapi persoalan dengan sang kakak. Hubungan keduanya memang disebut sudah tidak harmonis sejak masih hidup serba berkecukupan.
Kondisi ekonomi yang berubah drastis justru membuat hubungan keduanya semakin panas. Namun, di balik berbagai konflik tersebut, perlahan muncul sisi lain dari hubungan kakak-adik itu.
"Pasti banyak banget konfliklah, karena walaupun kita hidup di kota tapi hubungan aku dengan abang aku, dengan kakakku nih, dengan Enzo tuh emang enggak pernah baik-baik aja, walaupun waktu zaman kaya. Jadi pada saat jatuh miskin juga justru konfliknya makin besar," ujar Bastian.
"Tapi dari konflik itu, di balik itu, justru nanti ada perubahan-perubahan sikap dan perubahan-perubahan kasih sayang yang sebenarnya selama ini kita pendam, adik dan kakak," sambungnya.
Kehidupan baru Erik juga membuatnya harus berhadapan dengan ketakutan yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Sebagai anak kota yang terbiasa keluar rumah dan hidup nyaman, tinggal di rumah tua di kampung menjadi pengalaman yang berbeda.
"Aku ngebayangin aja kayak Erik nih kan anak manja, terus kerjanya keluar terus, enggak pernah diam di rumah. Di saat kerjanya cuma di rumah dan merasakan hal-hal mistis yang sebenarnya dia enggak pernah rasain, pasti sangat menakutkan," ucap Bastian.
Selain Bastian Steel dan Fadly Faisal, Penghuni Rumah Warisan juga dibintangi Oki Rengga. Oki memerankan seorang penjaga rumah yang memiliki karakter emosional dan mudah meledak-ledak.
Namun, posisinya sebagai bawahan membuatnya tidak bisa sembarangan meluapkan amarah kepada dua orang yang menjadi atasannya. Situasi tersebut justru menjadi salah satu sumber komedi dalam serial.
"Karena mainnya bareng teman-teman semua, jadi kayaknya jauh lebih gampang dalam proses syuting. Dikasih kebebasan juga sama Ibu untuk bawain peran dulu, yang memang ini adalah peran saya sehari-hari di rumah," ujar Oki.
Ia kemudian menggambarkan konflik karakter yang diperankannya.
"Aku pengin marah, tapi terhalang oleh statusku sebagai seorang bawahan, sebagai seorang pembantu di rumah. Karakterku yang meledak-ledak, emosional, harus menghadapi dua orang bos yang sebenarnya ngeselin, tapi apa pun itu ceritanya dia bosku," katanya.
"Jadi ada momen aku marah terus aku sadar kayak, 'Ah terlewatkan aku nih, ini bosku nih.' Yang itu momen seperti itu jadi benturan yang pada akhirnya jadi situasi komedi yang benar-benar lucu," lanjut Oki.
Sementara itu, Ayu Inten mendapat tantangan berbeda. Ia dipercaya memerankan Bi Asih, sosok hantu yang menjadi salah satu sumber ketegangan dalam cerita.
Bagi Ayu, peran tersebut menjadi pengalaman perdana memerankan karakter hantu. Sebelumnya, ia memang sudah beberapa kali bermain dalam film horor, tetapi tidak pernah menjadi sosok makhluk gaib.
"Saya Ayu Inten berperan sebagai Bi Asih di sini. Ini seru banget syutingnya karena ini pengalaman pertama saya jadi hantu. Film-film sebelumnya saya pernah beberapa film horor, cuma enggak pernah jadi hantu," ungkap Ayu.
Menariknya, Ayu justru menikmati transformasinya menjadi Bi Asih. Ia bahkan bergurau tak perlu terlalu memikirkan penampilan karena karakter tersebut memang dituntut tampil menyeramkan.
"Ternyata seru loh. Karena enggak usah ganti baju, enggak usah cantik. Enggak ada continuity-nya. Semakin jelek, semakin seru, semakin totalitas," ujarnya.
Bi Asih juga ternyata bukan sekadar hantu yang muncul untuk meneror. Karakter tersebut memiliki ikatan emosional dengan Enzo dan Erik.
"Ternyata nanti Bi Asih ini punya ikatan emosional yang kuat sama Enzo. Dan satu lagi siapa? Erik. Makanya... kangen. Itu segitu aja dulu," kata Ayu sambil bercanda.
Meski memerankan hantu, Ayu mengaku tidak mengalami kejadian mistis selama proses syuting.
"Saat syuting ini tidak. Tidak karena kita rame-rame, terus memang lokasi syutingnya tidak menyeramkan," tuturnya.
Dinda Mahira juga ikut meramaikan serial tersebut sebagai Tiara. Karakternya digambarkan, sebagai perempuan mandiri yang memiliki pendirian kuat dan tidak mudah terpikat oleh Erik.
Tiara menjadi sosok yang berusaha tetap rasional ketika harus berhadapan dengan tingkah laku para karakter lain yang cenderung absurd.
"Kalau aku sendiri sih jadi peran Tiara kan pendiriannya lumayan tinggi dan dia punya prinsip sendiri. Kayak berusaha untuk jadi waras aja di antara mereka yang suka aneh-aneh dan segala macam kelakuannya kayak, 'Hah, apaan sih?'" ujar Dinda.
"Jadi penengah aja di antara mereka yang absurd," sambungnya.
Sementara itu, Adi Sudirdja mendapat tantangan dari sisi bahasa. Ia harus menggunakan logat Jakarta dalam serial tersebut.
"Ini kesempatan main saya menggunakan bahasa Jakarta. Lumayan keselak Monas juga ternyata pakai logat gua. Sudah tiga tahun di Jakarta tapi enggak bisa ngomong pakai logat gua dan di series ini pakai logat gua," ujar Adi.
Ia juga mengaku semakin menikmati proses syuting karena bisa membangun kedekatan dengan para pemain lain.
"Ini tantangan, seru sekali. Kita bonding-nya seru, apalagi ketemu lagi sama Bang Oki, Bastian, Dinda. Nah, ini sama-sama adik Dinda, kita saking mendeketin sebagai abang adik, kita sampai baca bareng," katanya.
Penghuni Rumah Warisan merupakan web series produksi MNC Pictures. Serial tersebut terdiri dari enam episode dan mulai tayang pada 10 September 2026.
Co Operations Director MNC Pictures Filriady Kusmara, menyebut perpaduan horor dan komedi menjadi daya tarik utama serial tersebut.
"Perpaduan unsur komedi dan ketegangan horor dalam serial ini tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai perjuangan hidup yang dekat dengan realita audiens," kata Filriady.
Serial ini, mengisahkan dua kakak beradik yang harus meninggalkan kehidupan mewah setelah harta kekayaan dan aset perusahaan warisan orang tua mereka disita bank. Mereka kemudian pindah ke rumah tua peninggalan nenek.
Namun, rumah tersebut ternyata tidak benar-benar kosong. Di tengah usaha mereka beradaptasi dengan kehidupan baru, Erik dan Enzo harus menghadapi penghuni lain yang ternyata tidak ingin terusir dari rumah warisan tersebut.
(fbr/wes)