Basarnas ungkap alasan belum kerahkan tim selam cari jurnalis hilang
Rabu, 16 September 2026 06:35 WIB
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dan KBO Ditpolairud Polda Banten AKBP Ahmad memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait hasil operasi pencarian hari kedelapan di Posko Utama Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (15/9/2026) malam. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Pandeglang, Banten (ANTARA) - Basarnas mengungkapkan alasan belum dikerahkannya tim penyelam dalam operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan di Pantai Carita, Pandeglang, Selasa malam, menjelaskan bahwa tindakan penyelaman bawah laut baru dapat dilakukan jika koordinat titik pasti keberadaan objek atau target sudah terkonfirmasi.
"(Penyelaman) itu dilakukan apabila target atau objek kita sudah bisa kita tentukan lokasinya," kata dia menjawab pertanyaan pewarta ANTARA.
Amrad menegaskan bahwa selain kepastian lokasi target, faktor keselamatan para personel tim selam gabungan juga menjadi pertimbangan utama sebelum menerjunkan mereka ke bawah laut.
Baca juga: Luasan area pencarian jurnalis ikuti pemodelan arus Selat Sunda
Baca juga: Hasil DNA jenazah di Enggano belum teridentifikasi sebagai jurnalis
Ketimbang melakukan penyelaman spekulatif, lanjutnya, tim SAR gabungan sampai dengan hari kedelapan ini masih memprioritaskan penyisiran permukaan laut serta verifikasi langsung terhadap setiap informasi lokasi yang beredar di tengah masyarakat sekitar, nelayan, maupun media sosial.
Langkah verifikasi lapangan telah dibuktikan oleh tim SAR gabungan dengan menerjunkan sea reader dan drone dari KN SAR Tetuka hingga radius 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk memastikan kebenaran isu terkait temuan korban, meski hasilnya masih nihil.
Amrad memastikan seluruh armada laut dan udara akan dioptimalkan untuk mempersempit area pencarian hingga titik pasti keberadaan kapal maupun korban dapat ditemukan.
"Kami berupaya semaksimal mungkin. Ya rasa was-was kami juga tetap ada. Tapi saya percayakan sama tim kami di lapangan. Tim SAR gabungan ini kalau memang kalian bisa membuktikan dengan apa informasi yang beredar, supaya itu jangan menjadi isu, maka dengan cara tadi kami buktikan (masuk 500 meter dari Anak Krakatau) itu dilakukan teman-teman kita di lapangan," kata Amrad yang juga Koordinator Operasi SAR (SAR Mission Coordinator/SMC) itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas ungkap alasan belum kerahkan tim selam cari jurnalis hilang
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026