Sekarang dalam pelaksanaan ekspor dan impor itu tidak hanya dilihat benih tanaman atau ternaknya sehat dan legal dari sisi administrasi saja
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan pemeriksaan ketelusuran (traceability) pada bibit tanaman dan hewan menjadi salah satu langkah memperkuat penerapan biosekuriti di setiap daerah.
"Sekarang dalam pelaksanaan ekspor dan impor itu tidak hanya dilihat benih tanaman atau ternaknya sehat dan legal dari sisi administrasi saja. Namun pembeli dari dalam negeri atau luar negeri itu paling utama melihat ketelusuran untuk mengetahui bibit tanaman atau hewan asalnya dari mana," ujar Abdul Kadir Karding di Bandarlampung, Jumat.
Dengan melakukan pemeriksaan ketelusuran benih tanaman dan hewan melalui pemeriksaan kekarantinaan, lanjutnya, dapat mencegah persebaran jamur ataupun penyakit antar-wilayah ataupun negara yang berpotensi merusak ekosistem perkebunan, pertanian, ataupun perikanan.
"Ini juga dalam rangka menjaga keamanan dan memperkuat biosekuriti. Jadi serangga, organisme pengganggu tanaman dan hama bisa terdeteksi, sehingga semua bisa tetap terjaga dengan baik untuk melindungi populasi hewan dan tanaman di setiap wilayah," katanya.
Baca juga: Barantin memperketat awasi penjualan tanaman dan hewan di marketplace
Dengan demikian, lanjut dia, akan mendukung peningkatan produktivitas karena sumber benih telah dipastikan bermutu serta berkualitas.
"Ini jadi fungsi pertahanan non-militer yang harus terus diperkuat oleh Karantina Indonesia. Contohnya untuk kasus yang merugikan karena penularan penyakit, itu saat adanya penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi yang masuk Indonesia pada 2022. Ini menyerang populasi sapi kita dan sampai hari ini negara harus mengeluarkan Rp38,6 triliun untuk pemulihan agar penyakit ini hilang dan sapi kita sehat," ucapnya.
Selain itu pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan pemeriksaan untuk keputusan ekspor serta penerbitan sertifikasi dengan cepat.
"Kami berupaya ekspor bisa cepat, tapi standar pemeriksaan juga dipenuhi untuk memastikan biosekuriti berjalan. Namun untuk komoditas yang berisiko tinggi, tetap mengikuti aturan dan ketentuan internasional untuk memastikan semua yang dilalulintaskan aman dari penyakit dan hama," ucap Kepala Barantin Abdul Kadir Karding.
Baca juga: Barantin gagalkan peredaran 75.992 benih sawit ilegal di Lampung
Baca juga: Barantin upayakan layanan karantina gratis bagi UMKM
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.