Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mendukung percepatan pembangunan apartemen subsidi yang dilakukan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) guna mengatasi backlog perumahan nasional.
Rachmat mengatakan pembangunan hunian subsidi perlu dipercepat dan diperluas agar semakin banyak masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, dapat memiliki rumah dengan lokasi dan biaya yang terjangkau.
"Saya kira ini adalah semangat kita, semangat Perum Perumnas untuk mempercepat dan lebih banyak lagi membangun rumah," kata Rachmat dalam Groundbreaking Tower Hunian Subsidi Samesta Alonia oleh Perumnas di Jakarta, Jumat.
Ia mencontohkan kebutuhan hunian bagi guru yang masih menghadapi keterbatasan akses rumah, termasuk mereka yang harus tinggal jauh dari lokasi tempat mengajar.
Oleh karena itu, Bappenas terus mendukung Perumnas agar mampu membangun lebih banyak rumah bagi masyarakat, terutama melalui pengembangan hunian yang dapat menjawab kebutuhan kelompok berpenghasilan terbatas tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
Rachmat menilai pembangunan tower tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat agenda pemerintah dalam memperluas penyediaan perumahan hingga seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap hunian layak.
"Perumnas berkewajiban, namanya Perumahan Nasional, Perum Perumahan Nasional. Sama seperti Bappenas, merancang untuk pembangunan nasional, Perumnas melaksanakan pembangunan perumahan nasional," ucapnya.
Rachmat juga mendorong percepatan pembangunan tower berikutnya di Manggarai dan sejumlah lokasi lain yang masih membutuhkan tambahan hunian bagi masyarakat dengan kebutuhan perumahan tinggi.
Ia berharap pengembangan tersebut menghadirkan konsep hunian berkualitas komersial tetapi dengan skema subsidi yang menawarkan cicilan terjangkau bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan pembangunan Samesta Alonia telah dipersiapkan hampir 1,5 tahun melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Ia menyebut pembangunan hunian tersebut menjadi persembahan Perumnas untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperkuat penyediaan hunian layak dan terjangkau.
Imelda menuturkan proyek tersebut terlaksana melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Danantara, BUMN, bank Himbara, kontraktor PT Baja Trikasa Pedada, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, pengalaman 52 tahun Perumnas menjadi modal penting untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, terutama menghadirkan hunian layak, terjangkau, nyaman, dan terintegrasi transportasi.
Imelda mengatakan Samesta Alonia menjadi proyek Transit Oriented Development (TOD) terbaru Perumnas setelah sebelumnya mengembangkan kawasan serupa di Tanjung Barat, Serpong, Universitas Indonesia, serta Parayasa.
Ia menjelaskan Samesta Alonia mengusung konsep connected living yang memungkinkan penghuni menikmati akses transportasi publik, pusat ekonomi, pendidikan, rumah sakit, dan fasilitas perkotaan.
Selain lokasi strategis, Samesta Alonia dilengkapi area komersial, ruang kerja bersama, zona milenial, taman bermain, ruang hijau, dan lintasan joging untuk mendukung interaksi penghuni.
Imelda menambahkan pembangunan menggunakan model kontraktor turnkey tanpa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Samesta Alonia merupakan satu dari 14 Proyek Strategis Nasional Perumnas.
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dan akan dilengkapi dukungan infrastruktur dari PLN, PGN, Telkomsel, serta rencana kehadiran Transjakarta untuk memperkuat konsep hunian terintegrasi.
Ia menambahkan antusiasme masyarakat cukup tinggi terlihat dari lebih 1.100 calon pembeli untuk 609 unit yang disiapkan, dengan sekitar 450 calon telah lolos proses pemeriksaan kredit bersama Bank Tabungan Negara (BTN).
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.