Bagikan:
JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kebudayaan mulai menyiapkan Talent Fest 2026 bidang seni budaya. Agenda ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem talenta seni budaya agar pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kegiatan Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 5 Agustus.
Forum ini mengusung tema Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional atau MTN. Program ini dirancang untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
MTN mencakup bidang riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga. Sementara Talent Fest 2026 disiapkan sebagai ruang diseminasi kebijakan, unjuk karya, pertukaran praktik baik, penguatan jejaring, dan perluasan rekognisi talenta di tingkat nasional hingga global.
Sekretaris Kementerian PPN sekaligus Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti mengatakan, MTN bidang seni budaya merupakan kebijakan strategis untuk membangun ekosistem talenta yang terintegrasi.
Menurut Teni, seni budaya juga perlu dilihat sebagai sektor yang punya kontribusi terhadap pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
“Manajemen Talenta Nasional hadir sebagai kebijakan terobosan agar proses pengembangan talenta tidak lagi berjalan masing-masing, sektoral, dan parsial, tetapi lebih terukur, terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Teni.
“Seni budaya juga tidak hanya relevan dalam memajukan kebudayaan, tetapi menjadi sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra menekankan pentingnya kesinambungan antara pendataan, pembinaan, fasilitasi karya, peningkatan kapasitas, perluasan akses, dan apresiasi.
Ia mengatakan MTN Seni Budaya dirancang sebagai perjalanan talenta yang berkelanjutan, bukan program terpisah yang berhenti di satu kegiatan.
“Melalui berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, pengembangan kapasitas, fasilitasi berkarya, hingga rekognisi internasional, kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh dan menjangkau akses yang lebih luas,” kata Mahendra.
Road to Talent Fest 2026 menghadirkan sejumlah talenta binaan MTN. Mereka tampil dalam Tari Tradisi Betawi Kontemporer oleh Niear Syahrani Putri dan Salsabilla, penampilan Endah N Rhesa, serta kolaborasi Endah N Rhesa bersama penembang macapat Tatik.
Sineas Khozy Rizal juga berbagi pengalaman mengenai proses kreatif, konsistensi berkarya, dan upaya membawa identitas budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.
Sesi diskusi menghadirkan Ketua Dewan Kesenian Jakarta sekaligus Pendiri Lab Teater Ciputat Bambang Prihadi, musisi dan Tim Ahli MTN Bidang Seni Budaya Aristofani Fahmi, serta penulis, novelis, dan penerjemah Dewi Kharisma Michellia.
Diskusi itu membahas kesinambungan pembinaan, keterhubungan program lintas sektor, peran komunitas, serta perluasan akses talenta terhadap ruang belajar, produksi, apresiasi, dan jejaring profesional.
Rangkaian acara juga memuat workshop melukis bersama seniman rupa, kurator, dan penggerak seni visual Zamrud Setya Negara.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto mengatakan, Road to Talent Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian menuju Talent Fest 2026. Agenda ini juga menjadi momentum peluncuran Basis Data Talenta Manajemen Talenta Nasional atau BDT-MTN.
“Kami berharap penyelenggaraan Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional agar mampu meningkatkan rekognisi talenta seni budaya Indonesia di tingkat global,” kata Didik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+