Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengoptimalkan Kios Pangan di berbagai daerah guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen melalui penyediaan pangan pokok berkualitas dengan pasokan memadai dan terjangkau bagi masyarakat.
"Kios Pangan dikembangkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, kualitas yang baik, dan pasokan yang tersedia," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Senin.
Bapanas memastikan berbagai instrumen stabilisasi pangan berjalan efektif hingga tingkat masyarakat. Salah satunya melalui penguatan Kios Pangan sebagai simpul distribusi pangan yang menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga terjangkau.
Dia mengatakan Kios Pangan merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Kios Pangan.
"Karena itu kami terus melakukan pengembangan dengan mengajak stakeholders terkait baik pemasok pangan non-pangan dan Himbara dalam mendukung permodalan agar program ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Maino.
Menurutnya, keberadaan Kios Pangan tidak hanya memberikan alternatif belanja dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pemilik warung yang membutuhkan pasokan pangan dengan harga yang kompetitif.
Hingga Bulan Juli 2026, lanjut Maino, jumlah Kios Pangan yang dikembangkan sebanyak 2.987 unit yang tersebar di 35 provinsi dan 160 Kabupaten/Kota dan pengembangan terus diperluas untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Program tersebut merupakan salah satu instrumen stabilisasi pangan pemerintah, selain Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi pangan (FDP), penyaluran beras SPHP, serta bantuan pangan.
Penguatan Kios Pangan juga dilakukan di tengah kondisi pangan nasional yang semakin kuat. Pemerintah saat ini memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) lebih dari 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dengan cadangan pangan yang kokoh tersebut, pemerintah memiliki ruang intervensi yang semakin besar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah.
Ia menyebutkan berbagai komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula konsumsi, tepung terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, hingga aneka sayuran menjadi komoditas yang paling banyak diminati pada Kios Pangan.
"Karena ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, namun tetap memiliki kualitas yang baik," beber Maino.
Baca juga: Dirut Bulog siapkan 146 kios di Pasar Jaya demi stabilkan harga pangan
Baca juga: Zulhas tinjau implementasi penurunan HET pupuk subsidi di Bondowoso
Baca juga: Menko Pangan: Swasembada pangan fondasi kemandirian bangsa
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.