Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:58 WIB
Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melaporkan uang primer atau M0 pada Juli 2026 mencapai Rp2.254,5 triliun. Nilai tersebut tumbuh 17,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026 yang sebesar 13,8 persen.
Baca Juga
Peningkatan pertumbuhan uang primer tersebut mencerminkan perkembangan likuiditas yang terus dipantau oleh bank sentral sebagai bagian dari kebijakan moneter.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Informasi itu disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca Juga
Pertumbuhan Uang Primer Meningkat pada Juli
Ramdan menjelaskan, pertumbuhan uang primer pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan giro bank umum yang ditempatkan di Bank Indonesia serta kenaikan jumlah uang kartal yang beredar di masyarakat.
Baca Juga
Menurutnya, giro bank umum di Bank Indonesia yang telah disesuaikan (adjusted) tumbuh 17,1 persen secara tahunan.
Sementara itu, uang kartal yang diedarkan juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 15,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kedua komponen tersebut menjadi faktor utama yang menopang peningkatan uang primer pada Juli 2026 sehingga pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Capai Rp2.254,5 Triliun
Dengan pertumbuhan tersebut, total uang primer Indonesia pada Juli 2026 tercatat mencapai Rp2.254,5 triliun.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Juni 2026, ketika pertumbuhan uang primer berada di level 13,8 persen secara tahunan.
Bank Indonesia menyampaikan bahwa perkembangan tersebut merupakan bagian dari dinamika likuiditas yang terjadi dalam sistem keuangan nasional.
M0 Adjusted Perhitungkan Insentif Likuiditas
Dalam laporannya, Bank Indonesia juga menjelaskan bahwa perhitungan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas yang dilakukan bank sentral.
Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari pengendalian moneter sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas di pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," demikian disampaikan Bank Indonesia dalam keterangan resminya.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan uang primer pada Juli 2026 tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan uang kartal yang beredar, tetapi juga oleh perkembangan giro bank umum di Bank Indonesia setelah memperhitungkan kebijakan insentif likuiditas yang diterapkan oleh bank sentral.
Survei BI: Harga Properti Residensial Masih Naik pada Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Pulih
Bank Indonesia mencatat harga properti residensial di pasar primer naik 0,69 persen pada kuartal II 2026. Penjualan rumah mulai membaik meski masih kontraksi.
VIVA.co.id
7 Agustus 2026