Denpasar (ANTARA) -

BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali naik kelas dengan modal inti menembus Rp6,06 triliun sehingga masuk jajaran Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 pada semester 1-2026.

"Kenaikan kelas ini didorong oleh penguatan permodalan yang konsisten dari setoran modal pemerintah daerah selaku pemegang saham," kata Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Bali, Senin.

Adapun setoran modal pemerintah daerah selaku pemegang saham hingga mencapai Rp3,63 triliun pada Juni 2026.

Capaian modal itu selaras dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penguatan struktur permodalan sesuai Peta Jalan Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027.

Sedangkan kinerja bank pelat merah itu hingga semester I-2026, aset bank telah mencapai Rp42,74 triliun atau mengalami peningkatan mencapai 5,75 persen secara tahunan dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp40,41 triliun.

Pihaknya menghimpun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp35,05 triliun atau meningkat sebesar 3,88 persen dibandingkan pada Juni 2025 sebesar Rp33,74 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) yang mendominasi sebesar 65,31 persen.

Terkait kucuran kredit selama paruh 2026, realisasinya mencapai Rp25,85 triliun atau tumbuh sebesar 7,08 persen dengan memprioritaskan penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor produktif, seperti pertanian, kelautan serta perajin di Bali.

“Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah di level 0,94 persen,” imbuhnya.

Sedangkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,17 triliun atau sudah 64,55 persen menuju target hingga akhir 2026 sebesar Rp1,8 triliun.

Secara keseluruhan, penyaluran KUR telah menyentuh Rp11,45 triliun, yang sebanyak 73,31 persen di antaranya dialokasikan kepada debitur baru.

Pihaknya juga membukukan laba bersih sebesar Rp755,75 miliar atau meningkat sebesar 17,67 persen dibandingkan periode sama pada Juni 2025 sebesar Rp642,28 miliar.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.