Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memperkuat peran guru untuk mewujudkan program sekolah ramah anak.
Bunda PAUD Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, pemerintah kota dan Bunda PAUD selalu bersinergi untuk mewujudkan implementasi konvensi hak anak dan penguatan budaya sekolah aman, nyaman dan inklusif.
"Ini dapat diwujudkan lewat peran guru di sekolah, utamanya untuk anak usia dini," ujarnya.
Bertepatan memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Bunda PAUD menggelar pelatihan bagi guru PAUD se-Kota Banjarmasin terkait hal tersebut.
Kegiatan ini, lanjut Neli, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta berpihak pada pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini.
Menurut dia, terselenggaranya kegiatan yang bertema "Bersama mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada hak anak melalui penguatan peran guru" tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin.
Sebagaimana diketahui, ujar dia, guru menjadi motor penggerak terciptanya sekolah yang ramah anak dan menghargai keberagaman.
"Kita di sini membawa misi besar untuk mengubah lanskap pendidikan anak usia dini di kota kita," ujarnya.
Menurut Neli, implementasi konvensi hak anak harus diawali dengan perubahan cara pandang terhadap anak sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilindungi, didengar, dan dihargai.
Dia juga menekankan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi menghadirkan lingkungan belajar yang memberikan ruang yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa diskriminasi.
"Terlepas dari latar belakang maupun kondisi yang dimiliki, semua memiliki hak yang sama," demikian katanya.
Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.