Dhaka, Bangladesh (ANTARA) - Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Kamis (10/9), menyatakan bahwa Perdana Menteri Tarique Rahman tidak akan menghadiri KTT BRICS di India, dengan alasan alamat yang tercantum dalam surat undangan menjadi penyebabnya.

India menjadi tuan rumah KTT para pemimpin BRICS akhir pekan ini, yang antara lain akan dihadiri oleh Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Bagaimana perdana menteri bisa pergi? Apakah ada pihak dari pemerintah Bangladesh yang diundang secara resmi? Perdana Menteri Tarique Rahman diundang ke BRICS dalam kapasitasnya sebagai ketua BIMSTEC, beliau tidak diundang sebagai perdana menteri," kata Menteri Negara Urusan Luar Negeri Humayun Kobir.

Tidak ada "peluang" bagi pemerintah untuk mengikuti KTT tersebut. Namun, kunjungan bilateral kepala pemerintahan ke India masih dimungkinkan, ujarnya saat berbicara kepada para wartawan di ibu kota Dhaka.

"Kunjungan (bilateral) akan dilakukan ketika situasinya kondusif dan rasa saling menghormati terjaga, tidak perlu terburu-buru," tambahnya.

Sebelumnya, India menyatakan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi mengundang PM Tarique Rahman dalam kapasitasnya sebagai ketua Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC), dan telah ada undangan bilateral sejak pemilihan umum Bangladesh pada Februari lalu.

BIMSTEC merupakan wadah kerja sama yang terdiri dari tujuh negara anggota, yaitu Bangladesh, Bhutan, India, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, dan Thailand.

Hubungan antara kedua negara tetangga di Asia Selatan itu merosot ke titik terendah sejak mantan perdana menteri Bangladesh, Sheikh Hasina lengser. Hasina saat ini tinggal di India.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Iran akan hadiri KTT BRICS di India

Baca juga: Pakar: Indonesia perlu optimalkan BRICS untuk ketahanan energi, pangan

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.