Koba, Babel, (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok untuk mengantisipasi dampak gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terhadap harga pangan di daerah itu.
Kepala Disperindagkop UKM Bangka Tengah Irwandi di Koba, Selasa, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin setiap hari di pasar tradisional, toko modern, hingga distributor, terutama selama distribusi BBM belum sepenuhnya normal.
"Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan stok bahan pokok dan apabila ditemukan lonjakan harga yang berpotensi mengganggu masyarakat, kami melakukan langkah stabilisasi, termasuk operasi pasar atau bentuk intervensi lainnya sesuai kebutuhan," katanya.
Ia mengatakan gangguan distribusi BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang sehingga dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut dinilai paling berdampak terhadap masyarakat berpenghasilan rendah karena kenaikan biaya hidup akan langsung menekan daya beli mereka.
Menurut dia, apabila distribusi BBM dapat kembali normal dalam waktu dekat, dampaknya terhadap harga bahan pokok diperkirakan masih dapat dikendalikan dan hanya bersifat sementara.
"Jika gangguan berlangsung lebih lama, sejumlah komoditas yang bergantung pada biaya transportasi dan pasokan dari luar daerah, seperti sayuran, ikan, dan bahan pangan lainnya, berpotensi mengalami kenaikan harga," katanya.
Justru itu, menurut dia, dinas memperkuat koordinasi dengan Pertamina, pemerintah provinsi, instansi teknis, distributor, serta pelaku usaha guna memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
Pemantauan harga dan stok, ia mengatakan terus dilakukan secara berkala agar potensi kenaikan harga dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga langkah intervensi dapat segera dilakukan sebelum memicu inflasi daerah.
Ia juga mengimbau seluruh pedagang dan pelaku usaha tetap menjual barang sesuai mekanisme pasar yang wajar dan tidak memanfaatkan kondisi distribusi BBM untuk menaikkan harga secara berlebihan.
Penyesuaian harga, kata dia, harus mempertimbangkan kenaikan biaya distribusi yang riil dan proporsional.
Disperindagkop UKM juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif apabila gangguan distribusi BBM berlangsung lebih lama, di antaranya memperkuat koordinasi lintas sektor, menyiapkan operasi pasar atau pasar murah apabila diperlukan.
"Kita memprioritaskan terjaganya ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga dan perlindungan daya beli masyarakat selama gangguan distribusi BBM berlangsung, sehingga tidak berkembang menjadi kenaikan harga bahan pokok yang memicu inflasi daerah," ujar dia.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.