Liputan6.com, Jakarta - General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, I Made Darmawan menuturkan, kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat berdampak pada satu penerbangan Susi Air. Penerbangan Susi Air dengan rute Palangka Raya-Hampapak itu mengalami keterlambatan keberangkatan sekitar 60 menit. Namun, secara keseluruhan operasional penerbangan masih berjalan aman meski karhutla mulai terjadi sehingga menyebabkan kabut asap tipis.

"Penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan,” ujar I Made Darmawan dikutip dari Antara, Senin, (27/7/2026).

Akan tetapi, ia menuturkan, kabut asap akibat karhutla membuat penurunan jarak pandang. Salah satunya yang terdampak yakni satu penerbangan Susi Air dengan rute Palangka Raya-Hampapak (PKY-HMS).

Seiring hal itu, Bandara Tjilik Riwut terus berkoordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Koordinasi secara intensif terus kami lakukan untuk memantau perkembangan cuaca maupun visibility secara berkala," tutur dia.

Seluruh keputusan operasional penerbangan mengacu pada regulasi dan prosedur keselamatan yang berlaku, serta disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini.

Adapun Bandara Tjilik Riwut telah memiliki prosedur penanganan kondisi darurat dan personel yang siap siaga. Selain itu, bandara juga melakukan patroli area, pemantauan kondisi lingkungan sekitar, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan operasional penerbangan.

Bandara Tjilik Riwut kini melayani rata-rata sekitar 20–30 pergerakan pesawat baik kedatangan atau arrival dan keberangkatan atau departure per hari, menyesuaikan jadwal operasional maskapai.

Rata-rata pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut mencapai sekitar 2.500–3.000 penumpang per hari, baik penumpang datang maupun berangkat. Sementara itu rute penerbangan yang tersedia di antaranya Jakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Sampit, Muara Teweh, serta Hampapak.